WARTAKALTIM.CO, Kukar – Pesut mahakam terkadang disebut dengan lumba-lumba air tawar, hanya bisa ditemukan di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur (Kaltim). Keberadaan ikan pesut ini tergolong mamalia air paling terancam dalam status kepunahan.

Faktanya memang demikian, sekitar pukul 07.30 Wita, Kamis (7/7/2016) pagi Hj Saidah warga Muara Badak menemukan se-ekor ikan lumba-lumba terdampar di pantai pengempang. Temuannya tersebut langsung dilaporkan ke pos TNI AL Marangkayu, petugas TNI pun langsung menyusuri tempat ditemukannya lumba-lumba yang terdampar.

Dilokasi pantai pangempang, lumba-lumba tersebut dievakuasi oleh petugas TNI dan dilakukan pemeriksaan. Hasil dari pemeriksaan yang dilakukan pos jaga, ikan lumba-lumba tersebut kondisi badannya penuh dengan luka-luka.

“Kalau dilihat dari pemeriksaan, tubuh ikan dipenuhi dengan luka dan diperkirakan terkenana baling-baling kapal yang melintasi sungai pangempang Muara Badak,” kata Komendan Sub Pos AL Letda Laut Pelaut Karel Satriawan.

Menurut Karel, ketika ikan lumba-lumba tersebut hendak dimakamkan ternyata ikan tersebut dalam keadaan mengandung dan anak ikan tersebut juga dalam kondisi telah mati.

lumba1

“Setalah kita evakuasi dan akan dimakamkan ternyata terdapat seekor anak di dalam perut lumba lumba dan kondisinya juga telah mati, di perkirakan ikan ini terdampar di pantai pangempang dari dinihari,” ujarnya.

Dari kejadian ini dapat disimpulkan bahwa masih ada habitat dan komonitas ikan lumba lumba yang ada di perairan Muara Badak, perlu dilakukan pengamanan dan penelitian lebih lanjut.

Sementara itu hasil penelitian yang dilakukan Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia, sebagaimana dilansir mongabay.co.id menyebutkan, saat ini pesut di seluruh Mahakam diperkirakan hanya ada di perairan Kutai Kertanegara. Pesut mahakam kerap terlihat di Danau Semayang, Kecamatan Kota Bangun, hingga paling hilir terlihat di kawasan cagar alam Sedulang, Muara Kaman.

Padahal sebelumnya, pesut mahakam juga terlihat di Muara Pahu, Kabupaten Kutai Kartanegara, namun akibat konversi dan alih fungsi lahan di tepi Mahakam yang dulunya ditumbuhi pepohonan dan rawa, kini berubah menjadi kawasan perkebunan dan tambang.

(Irwan/Wartakaltim.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.