WARTAKALTIM.CO, Kukar – Usai memimpin apel akbar pasca lebaran, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari langsung melakukan sidak kehadiran para Apratur Sipil Negara (ASN) ke setiap SKPD dilingkungan Pemkab Kukar, Senin (11/7) pagi, di Tenggarong.

Diawali dengan mendatangi Dinas Pendapatan Asli Daerah (Dispenda), Bupati Rita disambut jajaran Dispenda langsung menuju loket pelayanan sekaligus melihat proses pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Bahkan Rita terlihat senang pelayanan berjalan maksimal, Rita pun menghampiri salah satu masyarakat yang sedang melakukan proses layanan di Dispenda, “Bapak ngurus apa? Tanya Rita, perjinan jawabnya. Lalu bagaimana dengan pelayanannya apakah baik? Dijawab baik sambil menganggukkan kepala dan terseyum.

Sidak Dsisdukcapil (2)

Tidak hanya itu, Rita pun melangkah memasuki ruangan dan kali ini langsung melihat sistem absensi pegawai yang tertera di depan pintu masuk ruangan, disana telah berkumpul para pegawai dan langsung menyerbu Rita bersalaman bahkan mengajak foto bersama.

Tidak lama berada di Dispenda, Rita pun kembali mendatangi Kantor Disdukcapil didampingi Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah, Plt Sekda H Marli dan Asisten I Chairil Anwar. Setelah melihat dan berbincang-bincang dengan Kepala Disdukcapil Getzmani, sambil melihat kertas absensi manual pegawai yang sudah terisi tandatangan pegawai.

Setelah itu, Rita melanjutkan sidaknya , kali ini mendatangi Sekretariat DPRD Kukar. Di tempat tersebut Rita beserta rombongan hanya melihat mesin absensi fingerprint (sidik jari) disambut sekretaris DPRD Awang Ilham dan Ketua DPRD Kukar Salehuddin, S.Fil.

“Saya banyak mendapatkan sms, bahwa paling banyak pegawai di sekretariat DPRD ini yang bolos kerja,” kata Rita, sambil meminta absensi asli para pegawai disanggupi sekretaris dewan.

Sidak pegawai diakhiri dengan mendatangi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Rita langsung melangkah ke ruang server (server room) atau ruang penyimpanan aplikasi dan database, “Saya mau melihat servernya, kenapa free wifi ko tidak aktif, termasuk di pendopo tidak jalan sama sekali,” tanya Rita.

Dijelaskan Kadiskominfo H Surip S mengakui bahwa free wifi hotspot memang mengalami gangguan pada jaringan instalasi kabel. “Ada gangguan pada instalasi kabel,” kata Surip.

“Seharusnya free wifi on terus, minimal 1 kilo free wifi hotspot harus tetap hidup, sekarang sudah era-nya digital, tolong dicek kembali,” Tegas Rita.

Sebelum mengakhiri sidaknya, Rita melangkah ke lantai II, sambil melihat kehadiran para ASN di masing-masing ruangan kerjanya.

Sidak-Dispenda-(4)

 

(Irwan/Wartakaltim.co)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.