WARTAKALTIM.CO, Kukar – Cokelat adalah sebutan untuk hasil olahan dari biji kakao (Theobroma cacao). Theobroma cacao disebut juga makanan para dewa, dan pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman.

Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya. Coklat putih di buat dari lemak biji cacao. Jadi sama sekali tidak mangandung coklat, namun memiliki bentuk dan karakter yang serupa dengan coklat.

JUMAT-HEALTY-LOGO2

Dalam proses pembuatannya lemak itu di campur dengan susu dan gula. Beberapa permen dari coklat putih terbuat juga dari lemak hewan.

Indonesia termasuk salah satu negara penghasil kokoa terbesar di dunia karena kesuburan tanahnya.

Dari sisi kesehatan, coklat mengandung kafein, sementara “mentega cocoa”/coklat putih banyak mengandung lemak sangat jenuh. Keduanya merupakan kandungan yang “mengancam” kesehatan tubuh.

Orang sering lebih memilih cokelat putih ini dengan anggapan kandungan lemaknya lebih rendah dari pada chocolate berwarna. Anggapan itu salah, karena Cokelat putih tidak mengandung padatan biji buah kakao (mentega kakao) yang dicampur dengan padatan susu dan gula. Nah, mentega kakao ini sangat jenuh, artinya mengandung kolesterol tinggi.

Justru cokelat berwarna sangat baik untuk kesehatan, apalagi yang kandungan buah kakaonya melebihi 60 persen. Karena, selain mengandung sejumlah gizi penting seperti magnesium, kalsium, kalium, zat besi, Vitamin B, D, dan E, juga mengandung senyawa flavonoid yang membantu mencegah gangguan jantung koroner dan pertumbuhan sel-sel kanker.

Bahkan menurut penelitian, kandungan magnesium pada cokelat dapat memperbaiki mood perempuan menjelang dan selama masa haid.

(Yuni/Wartakaltim.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.