WARTAKALTIM.CO, Samarinda – Untuk  meningkatkan kompetensi para Assesor BAN Paud dan PNF Kaltim, terkait berbagai aspek Kebijakan dengan Akreditasi Paud dan PNF, termasuk perangkat akreditasi Paud, LKP dan PKBM, Assesor juga dituntut penguasaan tentang berbagai aspek teknis pelaksanaan akreditasi terutama terkait pemeriksaan berkas awal permohonan akreditasi, desk assesmen, visitasi, validasi, implementasi hingga kode etik assessor.

Sebanyak 28 orang assesor akreditasi BAN Paud dan PNF mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi yang berlangsung 13 -16 Agustus 2016 bertempat di Hotel Kartika, menghadirkan Nara sumber Ban Paud dan PNF dari Jakarta, Sabtu (13/8/2016) di Samarinda.

Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Dayang Budiarti  melalui Kepala Bidang Paud dan PNF Sudirman mengatakan akreditasi perlu dilakukan untuk menilai kelayakan mutu yang dilakukan oleh lembaga, “Pada tahun 2015-2025, pembangunan Paud di Indonesia harus bermutu sesuai standar nasional” tandasnya.

smd

Menyinggung tentang kelayakan program dan Satuan Pendidikan Non Formal kembali  dijelaskan Sudirman bahwa kedudukan BAN-PNF berada di tingkat pusat. Sedang target dan cakupan lembaga PNF terberat di wilayah Indonesia, sehingga keterjangkauan program dan satuan PNF untuk mengikuti proses akreditasi menjadi salah satu kendala.

Sedangkan bantuan pengelolaan dan pendelegasian tugas dilimpahkan ke BAP PAUD dan PNF Provinsi, sebagai dasarnya adalah UU No 23/2013 dan permendikbud No 52/2015 tentang Badan Akreditasi Nasional, BAN PAUD dan PNF Provinsi yang dibentuk dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur untuk membantu pelaksanaan akreditasi.

“Mulai tahun ini pelaksanaan akreditasi Paud dan PNF dikonsentrasikan di BAP PAUD dan PNF, sementara di Kab/Kota ada Pokja akreditasi sebagai implementasi pelaksanaan di kab/kota,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Panitia yang juga Komisi Peningkatan Kompetensi Assesor (KPKA) BAP Paud dan PNF Kaltim  Rifianto kepada Wartakaltim.co, menjelaskan peserta dibekali dengan berbagai materi yang mencakup aspek-aspek konseptual, kebijakan dan assesmen akreditasi PAUD dan PNF.

Adapun aspek konseptual, dijabarkan Rifianto meliputi (1). Kebijakan dan mekanisme akreditasi, (2). Kode etik Assesor. (3) kisi-kisi Instrumen Akreditasi, (4). Sistim penilaian dan Rubrik penilaian Akreditasi. Kemudian, (5). Pemeriksaan berkas awal permohonan, (6). Desk Assesmen, (7). Visitasi, (8). Pengisian FR-AK 04a & FR-AK 04, (9). Validasi Akreditasi dan (10). Reviu Materi Keseluruhan. “ Para peserta diharuskan mengikuti materi yang akan disajikan.

“Konsep-konsep ini harus dipahami terlebih dahulu, sehingga assesor dalam menentikan assesmen akreditasi berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari BAN PAUD dan PNF dan dibantu 4 orang Narasumber dari Assesor Ban Paud dan PNF yang sudah lulus TOT Assesor tahun 2016. (Ekho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.