WartaKaltim.co, Parepare – Sedikitnya ada 63 kasus narkoba yang ditangani oleh pihak kepolisian Polres Parepare, sepanjang tahun 2016 ini. Hal tersebut dikatakan, kasat Narkoba Polres Parepare, Akp Doni Donggio, Selasa (8/11/2016).

Dari 63 kasus itu, kata Doni, sekitar 136 orang menjadi tersangka. “63 kasus dan 136 tersangka. Total barang buktinya mencapai 20 kg sabu-sabu,”ucap Doni.

Dia menjelaskan, dari jumlah Total kasus tersebut, hanya ada 48 kasus yang sudah P-21. Para tersangka, kata dia, didominasi kalangan remaja. “Sisanya yang 15 kasus itu sementara dalam proses,”ucap dia.

Dia mengungkap, untuk di Parepare sendiri, ada beberapa titik rawan yang kerap dijadikan para pelaku melakukan transaksi narkoba. Selama ini, katanya, penangkapan dilakukan berkat informasi warga dan pihaknya sendiri.

“Kita tangkap pelaku-pelaku ini lewat informan baik dari warga maupun dari pihak kami. Ada dua tempat yang sering kami lakukan penangkapan, yakni Di Kel Watang Soreang, dan Kel Lumpue,”ungkap Doni.

Korban Lakalantas, Polisi Cek Titik Rawan. Telat Pak!!

Sementara itu peristiwa kecelakaan lalu lintas, di Kota Parepare belakangan ini kerap terjadi. Salah satu penyebab‎ terbesarnya adalah penyempitan jalan akibat parkir liar di sejumlah jalan-jalan protokol.

lakalantas-di-jembrana-capai-15-kejadian-perminggu_858074

Baru-baru ini saja, sejumlah warga menjadi korban tabrak lari‎ hingga mengakibatkan korban kehilangan nyawa. Kasat Lantas Polres Parepare, Akp Kadek Suwantoro membenarkan hal itu. Dia mengatakan, ‎sejauh ini pihaknyanya menangani belasan lakalantas dalam sebulan terakhir.

“19 Laka, yang meningga 2 orang, luka ringan 17, dan kerugian material hingga 7 jt lebih,”kata dia.

Terkait adanya penyempitan jalan ak‎ibat banyaknya kendaraan parkir menggunakan badan jalan, pihaknya akan turun melakukan pengecekan disejumlah titik rawan. “Untuk tindakan kami akan turun melakukan pengecekan dan menganalisa ‎disejumlah titik rawan,”katanya.

Untuk menghindari kecelakaan, ia menghimbau kepada masyarakat pengguna jalan agar tetap mematuhi peraturan lalu lintas. “Yang terpenting adalah jangan ugal-ugalan. Patuhi peraturan lalu lintas dan gunakan pengaman,”tutup Kadek.

(Samir/Irwan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.