WartaKaltim.co, Kukar – Pendidikan merupakan hal yang sangat penting sebagai sarana untuk mempersiapkan generasi mendatang. Era digital seperti saat menjadikan tantangan bagi para orangtua sebagai tenaga pendidik tingkat awal dilingkungan keluarga.

“Peranan orangtua di rumah sangat dominan dalam pendidikan anak. Apalagi, pendidikan awal ini yang nantinya menjadi pijakan anak dan benteng pertama dalam meniti dan mempersiapkan masa depan,” Kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar melalui Kasi PNF Ida Wahyu Sayekti membuka Program Penguatan Pendidikan Keluarga pada Satuan Pendidikan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Sabtu (26/11/2016) di Gedung Pertemuan Kantor UPTD SKB Tenggarong.

Menurut Ida Wahyu Sayekti, era digital tidak bisa kita hindari, karena manusia juga membutuhkan kecepatan dan ketepatan yang ditawarkan oleh era saat ini.

“Orangtua harus dapat merubah cara mendidik anak, karena pendidikan orang tua dimulai sejak dia lahir hingga akhir hayat. Pendidikan di sekolah atau pendidikan saat anak mengenakan seragam sangatlah cepat dan terbatas, sementara pendidikan orangtua terus menerus dan berkesinambungan,” katanya.

Budi pekerti menjadi hal yang sangat penting bagi anak demi masa depannya. Saat anak-anak berseragam sekolah, maka pendidikan anak menjadi tanggungjawab sekolah, namun selepas itu, pendidikan anak menjadi tanggungjawab orangtua.

“Jangan sampai orangtua kecewa karena anak-anaknya tidak mengenal mereka, begitu pula sebaliknya, orangtua tidak mengenal anaknya,” katanya.

Jika anak dibiarkan bebas dengan dunia maya di era digital ini, mereka akan lupa segalanya, sehingga butuh pendampingan dan pendidikan orangtua menjadi sangat penting. Jangan sampai anak lebih asyik dengan dunia maya mereka.

Untuk itu, ibu adalah pendobrak dan benteng terakhir untuk anak-akan, jikalau dalam rumah, seorang ayah tidak punya perhatian kepada anaknya, akan tetapi selama masih ada ibu serta selama setiapa ibu masih memegang nilai-nilai pendidikan, maka anak-anak akan selamat.

“Sebaliknya, seorang ayah tidak sudah tidak punya perhatian serta ibu juga tidak, niscaya tidak ada generasi-generasi yang diharapkan di dalam rumahnya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala UPTD SKB Bukhori kepada Wartakaltim,co, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan Kerja sama dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud RI tahun Anggaran 2016, diikuti sebanyak 50 orang terdiri dari Wali Murid Kelompok Bermain (KB) Tiem Penggerak PKK Desa Bukit Raya dan Warga belajar Pendidikan Kecakapan Kerja ( kursus menjahit).

Kegiatan yang kita kenal dengan sebutan Kelas orang Tua dengan tema Mendidika Anak di Era Digital menurut rencana akan dilaksanaka sebanyak dua kali kegiatan dengan menghadirkan nara sumber dari UPTD Pengembangan Kegiatan Belajar (PKB) Provinsi Kalimantan Timur yang sudah lulus mengikuti Diklat TOT Pendidikan Keluarga yakni Karsiyem, M.Pd dan Pareng, M.Pd.

“Menuurut rencana kegiatan ini akan kami laksanakan dua kali pertemuan, jumlah dan pesertanya sama yang mengikuti hari ini dan pertemuan mendatang akan kami laksanakan tanggal 03 Desember 2016 mendatang” pungkas Bukhori.

 

(Irwan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.