Perusahaan dapat mendonasikan iuran JKN melalui CSR

WartaKaltim.co – Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bagian Sumber Daya Alam Setkab Kukar bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelar Sosialisasi Program Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Bagi Masyarakat Tidak Mampu, berlangsung di Bappeda Tenggarong, Kamis (13/4/2017).

Kegiatan tersebut dibuka Asisten II H.Sukhrawardy, dihadiri Asisten III H.Suriansyah, Kepala Dinas Kesehatan drg.Kontijo Wibdarminto, Kepala Unit Pemasaran BPJS Kesehatan Cabang Utama Samarinda Arbayah Ropika, Kepala Kantor Layanan Operasional BPJS Kukar Leily Jumiati, para camat serta Badan Usaha yang beroperasi di Kukar.

Dalam sambutan Bupati Kukar Rita Widyasari dibacakan Sukhrawardy menghimbau kepada semua perusahaan yang beroperasi di wilayah Kukar agar membantu masyarakat tidak mampu untuk membayarkan iuran BPJS Kesehatan melalui CSR.

“Saya berharap agar sebagian dana CSR yang dikelola oleh perusahaan dapat dipergunakan untuk menanggung iuran pembayaran jaminan kesehatan kepada BPJS Kesehatan, terutama bagi keluarga tidak mampu yang berada disekitar wilayah kerja badan usaha,” katanya.

Dijelaskan Sukrawardy, hal tersebut dapat menjadi solusi terkait permasalahan pembiayaan kesehatan. Selain kewajiban badan usaha untuk menanggung jaminan kesehatan pada pekerja dan keluarganya, juga diharapkan dapat memperluas area cakupan kepada warga sekitar yang kurang mampu.

“Saya menyambut baik atas gagasan ini sebagai bentuk kepedulian badan usaha kepada warga tidak mampu di sekitar operasinya,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu juga diharapkan akan tercapainya kesamaan persepsi dan kesepakatan mengenai gagasan dan pada akhirnya badan usaha dapat berperan serta dalam upaya pencapaian Universal Coverage BPJS Kesehatan.

“Saya juga mengapresiasi atas kinerja BPJS Kesehatan yang secara konsisten terus menjalankan tugasnya dan Pemkab Kukar terus mendukung serta menfasilitasi dalam upaya memperluas cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan,” katanya.

Sementara itu Kepala Unit Pemasaran BPJS Kesehatan Cabang Utama Samarinda Arbayah Ropika juga berterimakasih atas dukungan Pemkab Kukar. Menurut Ropika kepesertaan BPJS Kesehatan sampai saat ini belum mencapai target Universal Coverage yang diharapkan, sehingga salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong badan usaha untuk berpartisipasi dalam program BPJS Kesehatan Nasional.

“BPJS Kesehatan terus mendorong kepesertaan dengan prinsip kegotongroyongan, peserta yang mampu membantu peserta tidak mampu, sehingga akan tercipta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Dicontohkan Arbayah, kenapa harus menjadi peserta JKN-KIS dan membayar iuran? Sebagai wujud kepedulian dan gotong royong sesama peserta. “Satu orang sakit dan operasi jantung membutuhkan biaya kurang lebih Rp150 juta. Artinya membutuhkan 5.882 orang peserta dengan iuran minimal di kelas 3 sebesar Rp25.500, inilah prinsip gotong royong,”. Jelasnya.

(wk/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.