WartaKaltim.co, PAREPARE – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kota Parepare mengambil formulir di Partai Amanah Nasional (PAN) di Jalan Andi Sinta, Kota Parepare, Sabtu (6/5/2017).

Tiga pengurus DPC PKS Parepare yakni Sukirman (sekretaris DPC PKS), Hamka (ketua pemenanga) dan Andi Alamsyah (humas PKS), ketiganya ini diutus oleh partai untuk mengambil formulir pendaftaran bakal calon (Balon) walikota dan Balon Wakil Walikota (Wawali) priode 2018-2023, di PAN.

Adapun ketiga kandidat yang mendaftar di PAN yakni, Parman Agus Mante (anggota PKS), Iqbal Khalid (ketua PKS), dan Asriadi Samad (ketua DPW PKS Provinsi), mereka siap mendaftar sebagai Balon walikota dan balon wawali.

Bahkan PKS menawarkan dirinya kepada PAN untuk berkoalisi pada pemilihan walikota Parepare tahun 2018, pasalnya, PKS punya 2 kursi dilegislatif dan PAN 3 kursi dilegislatif maka totalnya 5 kursi, sehingga sudah bisa mengusung calon walikota dan wawali priode 2018-2023.

Sekretaris, DPC PKS Sukirman, menegaskan kedatangannya ke PAN untuk mendaftarkan tiga kandidat internal PKS yang sudah layak dihitung dalam pilwalkot, belum termasuk adanya ekseternal PKS yang bisa diusung oleh PKS, jika kesepakatan internal PKS disetujui oleh DPW PKS Provinsi. “Jadi tiga kandidat internal PKS kami daftarkan di PAN, soal siapa yang layak dijual nanti hasil keputusan dari internal Partai PKS sendiri,”tuturnya.

Lebih diutamakan, kata Sukirman, keinginan PKS untuk berkoaliasi dengan PAN, bisa saja wakilnya PKS dan walikotanya dari usulan PAN atau sebaliknya. “Itulah keinginan kami untuk berkoalisi dengan PAN dalam laga pilwalkot nantinya,”tuturnya.

Ditambahkan, Sukirman, PKS tidak membuka pendaftaran penerimaan Balon w3alikota dan wakil walikota, PKS hanya inginkan berkoalisi dengan partai yang bisa mencukupi kursinya sehingga bisa mengusung kandidat walikota priode 2018-2023 mendatang.

Ditempat yang sama, Ketua Komite Pemilihan Pemenangan Pemilu Daerah (KPPPD) Calon Walikota dan wakil walikota PAN Kota Parepare, Ibrahim Suwandi didampingi wakilnya, Abdul Muin, mengatakan, siapun mendaftar di PAN, maka tetap dilayani, kalau diwakili mengambil formulir itu sah-sah saja dalam aturan PAN kecuali jika dalam pengembalian nantinya tidak hadir kandidat atau peserta Balon walikota dan wakil walikota tidak hadir maka dianggap gugur.

Nah, mengenai, masalah koalisi yang ditawarkan olh PKS, kata Ibrahim, itu punya meknaisme tersendiri, dan secara internal PAN akan melakukan rapat khusus membahas soal koalisi. “Bilamana kandidat kami diusung PAN pada pilwakot mendukung PKS maka kemungkinan koalisi tetapi jika tidak didukung oleh PKS maka tidak mungki berkoaliasi,”tuturnya.

Jadi yang jelas, kata Ibrahim, masalah koaliasi akan dibahas lebih lanjut, PAN masih fokus pada penerimaan Balon walikota dan wakil walikota Parepare, karena pendaftaran ini secara serentak didaerah yang akan pilkada 2018 mendatang.

Ditambahkan, hingga hari ini, sudah ada empat balon walikota dan wakil walikota Parepare, mereka adalah, Petahana Dr.H.M Taufan Pawe (utusan pribadi), Agus P Mante (utusan PKS), Iqbal Khalid (utusan PKS ) dan Asriadi Samad (utusan PKS. (samir/ir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.