Mengenal Erau Adat Kutai, Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara

Mengenal Erau Adat Kutai, Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara
Photo Credit To Prosesi Ngulur Naga pada Perayaan EIFAF. (Foto: Dispar)

WartaKaltim.co, Kukar – Erau merupakan upacara adat di lingkungan Kesultanan Kutai Kartanegara (Kukar) Ing Martadipura. “Erau” berasal dari kata “Eroh”, yang berarti ramai, riuh, suasana yang penuh sukacita. Suasana yang ramai, riuh tersebut dalam arti, banyaknya kegiatan sekelompok orang yang mempunyai hajat dan mengandung makna baik bersifat sakral, ritual, maupun hiburan.

Belimbur-Beras

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kukar Sri Wahyuni dalam Press release yang diterima wartakaltim.co, Selasa (18/7/2017) menceritakan sejarah asal mula Erau dari berbagai sumber. Dimana Erau pertama kali dilaksanakan pada upacara tijak tanah dan mandi ke tepian ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti berusia 5 tahun. Setelah dewasa dan diangkat menjadi Raja Kutai Kartanegara yang pertama (1300-1325), juga diadakan upacara Erau.

“Sejak itulah Erau selalu diadakan setiap terjadi penggantian atau penobatan Raja-Raja Kutai Kartanegara.Dalam perkembangannya, upacara Erau selain sebagai upacara penobatan Raja, juga untuk pemberian gelar dari Raja kepada tokoh atau pemuka masyarakat yang dianggap berjasa terhadap Kerajaan,” katanya.

Menurut Sri, pelaksanaan upacara Erau dilakukan oleh kerabat Keraton atau Istana dengan mengundang seluruh tokoh pemuka masyarakat yang mengabdi kepada kerajaan. Mereka datang dari seluruh pelosok wilayah kerajaan dengan membawa bekal bahan makanan, ternak, buah-buahan, dan juga para seniman.

Dalam upacara Erau ini, Sultan serta kerabat Keraton lainnya memberikan jamuan makan kepada rakyat dengan memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya sebagai tanda terima kasih Sultan atas pengabdian rakyatnya.

IMG_3219

Setelah berakhirnya masa pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara pada Tahun 1960, wilayahnya menjadi daerah otonomi yakni Kabupaten Kutai. Sempat vakum dalam perhelatannya, Tradisi Erau kembali dihidupkan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai  dalam rangka memperingati hari jadi kota Tenggarong, pusat pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara sejak tahun 1782.

Pelaksanaan Erau yang terakhir menurut tata cara Kesultanan Kutai Kartanegara dilaksanakan pada tahun 1965, ketika diadakan upacara pengangkatan Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara, Aji Pangeran Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat.

Sedangkan Erau sebagai upacara adat Kutai dalam usaha pelestarian budaya dari Pemkab. Kutai, baru diadakan pada tahun 1971 atas prakarsa Bupati Kutai saat itu, Drs.H. Achmad Dahlan. Upacara Erau dilaksanakan 2 tahun sekali dalam rangka peringatan ulang tahun kota Tenggarong yang berdiri sejak tanggal 28 September 1782.

Atas petunjuk Sultan Kutai Kartanegara yang terakhir, Sultan A.M. Parikesit, maka Erau dapat dilaksanakan Pemkab. Kutai Kartanegara dengan kewajiban untuk mengerjakan beberapa upacara adat tertentu, tidak boleh mengerjakan upacara Tijak Kepala dan Pemberian Gelar, dan beberapa kegiatan yang diperbolehkan seperti upacara adat lain dari suku Dayak, kesenian dan olahraga ketangkasan.

bapelas11

“Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk menjadikan Erau sebagai pesta budaya yakni dengan menetapkan waktu pelaksanaan Erau secara tetap pada bulan Juli berkaitan dengan waktu libur sebagaimana disarankan oleh Kementerian Pariwisata,” ujarnya.

Erau di Kutai Kartanegara yang merupakan Festival Budaya Terpopuler Anugerah Pesona Indonesia 2016 telah masuk dalam Kalender Event Pariwisata Nasional. Selain mengetengahkan tradisi upacara adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, ragam seni budaya dihadirkan di luar Keraton, mulai dari kesenian dan budaya daerah, kesenian nusantara dan bahkan mancanegara.

Adapun kemeriahan EIFAF pada Tahun 2017 ini dilaksanakan pada tanggal 22 – 30 Juli dimana Upacara Erau Adat Kutai sendiri dilaksanakan selama satu minggu penuh di Keraton. Selamat menyaksikan!. (adv/dispar/irw/wkc)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *