WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Dalam Sosialisasi Penguatan Kelembagaan TUK (Tempat Uji Kompetensi) Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Dirjend PAUD dan Dikmas Kemendikbud melalui Lembaga Sertifikasi Kompetensi Tata Busana (LSK TB), disampaikan Hj Indra Siswandari menyebutkan bahwa sertifikasi sangatlah penting bagi warga belajar dalam pengembangan kompetensi di dunia usaha.

warga-belajar2

“Sertifikasi tata busana bagi warga belajar penting untuk dimiliki, karna ini salah satu modal dalam pengembangan potensi tata busana yang diakui Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),” kata Indra saat memberikan pembekalan kepada 40 orang peserta warga belajar Sanggar Kegiatan Belajat (SKB) Tenggarong di Aula SKB, Kamis (27/7/2017).

Menurut Indra, sebelum mengikuti uji kompetensi level II terlebih dahulu peserta mengikuti pelatihan sehingga ketika menghadapi ujian semua sudah dipersiapkan. “Saya berharap warga belajar yang nantinya mengikuti uji kompetensi tata busana betul-betul mengerti, apa yang diujikan sehingga bisa mempraktekkannya di depan penguji dengan benar,” ujarnya.

Bahkan diungkapkan Indra, ada wilayah yang terpencil dimana semua pesertanya tidak ada yang lulus uji kompetensi. Setelah dicek ternayata instruktur yang memberikan pembekalan kurang menguasai materi dan ini perlu perhatian agar daerah itu bisa lebih bagus lagi.

“Kami sudah mengirimkan buku-buku panduan yang diperlukan, sebagai bahan pembelajaran tata busana. Sebelum uji kompetensi dilakukan LSK TB akan datang satu hari sebelumnya untuk memberikan pembekalan,” kata Indra.

Sementara itu Kepala TUK Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) SKB Tenggarong Bukhori, S.Pd mengatakan peluang usaha sangat terbuka bagi warga belajar, salah satunya melalui keterampilan tata busana yang nantinya bisa digunakan untuk membuka usaha sendiri dengan kemampuan yang sudah diakui secara kompetensi.

“Saya yakin peluang usaha ini masih besar, salah satunya melalui keterampilan tata busana dan SKB selalu memotivasi serta memprioritaskan bagi warga belajar yang belum memiliki pekerjaan dapat mengikuti pelatihan dan uji kompetensi. Mudah-mudahan ini dapat dimanfaatkan setidaknya bisa membuka usaha tata busana secara mandiri,” jelas Bukhori.

Diketahui, Lembaga Sertifikasi Kompotensi Tata Busana (LSK TB) dibentuk oleh organisasi Profesi (IPBI KARTINI) yang diakui oleh  Pemerintah dalam rangka pelaksanaan Uji Kompetensi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 70/2008 tentang Uji Kompetensi Bagi Peserta Didik Kursus dan Pelatihan dari Satuan Pendidikan Non formal dan Warga Masyarakat yang belajar mandiri. (adv/skbtenggarong/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.