WARTAKALTIM.CO, YOGYAKARTA – Dua siswa MAN 2 Kutai Kartanegara (MAN Tenggarong) berhasil memperoleh peringkat 4 pada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI di Yogjakarta pada 7–12 Agustus 2017.

Juara-LKTI-11

Dua siswa yang masih duduk di kelas XI IPA ini bernama Fika Paramita dan Nurjanah membawakan penelitian yang berjudul “Bioremediasi ION Logam Pb pada Limbah Cair Sarung Samarinda (Home Industry) Menggunakan Biomassa Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus)”.

Dijelaskan Fika, ide awal munculnya penelitian tersebut karena prihatin terhadap limbah cair sarung Samarinda yang langsung di buang ke lingkungan tanpa di netralkan terlebih dahulu.

“Pengrajin sarung Samarinda mewarnai kain yang digunakan menggunakan pewarna tekstil yang di dalammnya terdapat konsentrasi beberapa ion logam berat, jika langsung dibuang ke lingkungan akan sangat berbahaya. Untuk itulah penelitian ini ditujukan guna mengurangi konsentrasi ion logam menggunakan biomassa bonggol jamur tiram agar konsentrasi ion logam tersebut sesuai baku mutu sebelum dibuang ke lingkungan,” katanya.

Ditambahkan rekannya Nurjanah, penelitian ini dilakukan selama 2 (dua) bulan di Laboratorium Biokomia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

“Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biomassa bonggol jamur tiram berpengaruh positif dalam menurunkan ion logam Pb dan dengan 20 gram biomassa bonggol jamur tiram mampu menurunkan 97,86% konsentrasi ion logam Pb, hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan alternatif solusi menanggulangi pencemaran perairan di Kaltim,” ujarnya.

Sementara itu, Rais Budiarto, S.Pd., M,Si selaku pembimbing penelitian mengungkapkan lomba ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun oleh Kementerian Agama RI yang dikhususkan bagi siswa Madrasah se-Indonesia.

Lomba ini sendiri jelas Budiarto, terdiri dari beberapa tahapan, pertama yaitu siswa diwajibkan mengirimkan proposal penelitian ke Jakarta dan kemudian akan diseleksi, tahap kedua ialah proposal yang dinyatakan lolos seleksi sebanyak 6 proposal dan diwajibkan untuk melakukan penelitian.

Kemudian tahap ketiga yaitu proses final dimana siswa akan mempresentasikan hasil penelitian di depan dewan juri dan memamerkan hasil penelitiannya. Penilaian dewan juri terdiri dari substansi naskah, presentasi dan tanya jawab, serta pameran hasil penelitian.

“Alhamdulilah siswa kami mampu melewati berbagai tahap penilaian dan mampu memperoleh prestasi yang membanggakan. Kerja keras yang dilakukan oleh para siswa ini membuahkan hasil yang patut dijadikan tauladan bahwa kerja keras akan berbanding lurus dengan hasil yang akan dicapai. Semoga prestasi ini dapat meningkatkan semangat kepada siswa lain untuk ikut berprestasi dan meningkatkan prestasi yang telah dicapai,” harap Rais.

Keberhasilan tersebut juga diapresiasi oleh Kepala MAN 2 Kutai Kartanegara, Samuri, S.Pd., M.Si mengungkapkan kebanggangannya terhadap prestasi yang diperoleh siswanya.

“Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan, dimana siswa kami mampu mengharumkan nama Madrasah, Kabupaten maupun provinsi Kalimantan Timur di level nasional. Saya mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing beserta para siswa yang telah bekerja keras dalam kegiatan ini,” katanya.

Ditambahkan Samuri, dalam waktu dekat MAN 2 juga akan dinilai oleh tim dari Jakarta guna memperoleh predikat sebagai sekolah Adiwiyata Nasional.

“Saya berharap dukungan dan doa dari seluruh komponen masyarakat, guna mensukseskan seluruh program madrasah dalam meningkatkan prestasi di semua bidang, mencetak generasi yang Beriman, Berilmu dan Berkarakter,”. Harapnya. (wkc/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.