Peringatan HUT RI ke-72 tahun 2017 merupakan kebanggaan tersendiri bagi Kepala Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Tenggarong Bukhori, S.Pd yang mendapatkan penghargaan dari Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) usai upacara peringatan detik-detik proklamasi RI, di Halaman Kantor Bupati, Tenggarong, Kamis (17/8/2017).

PENGHARGAAN tersebut diterima atas pengabdian dan kepeloporannya sebagai Tokoh Penggerak Anak Putus Sekolah di Kutai Kartanegara yang ditorehkan dalam sebuah Kaya nyata dengan Judul “Manajemen Akar Rumput Dalam Mengentaskan Masyarakat Putus Sekolah Melalui Program Etam Balik Sekolah (EBS). Karya tersebut sebagai sasaran Kerja SPNF SKB Tenggarong.

bukhori1

Torehan Karya Nyata yang berhasil disusun itu mengantarkan Bukhori mewakili Kaltim maju ke tingkat Nasional, bahkan penghargaan yang diterimanya bertepatan dengan Milad putrinya yang pertama yakni Citra Perwita Sari.

“Alhamdulillah, momen 17 Agustus 2017 ini mendapatkan penghargaan dari Bupati Kukar (Rita Widyasari-red) sebagai tokoh penggerak anak putus sekolah di Kukar,” kata Bukhori.

Karir yang ditekuni dan pengabdian yang ia jalani sejak tahun 1984 sebagai guru SDN di Kecamatan Sangasanga, hingga sukses mengantarkannya sebagai Penilik Pendidikan Non Formal pada tahun 2006. Tidak hanya itu ia juga diamanahkan untuk menduduki jabatan sebagai Kepala UPT SKB Tenggarong pada tahun 2006 hingga saat ini melalui SK Bupati Nomor: 821.2/III.I 1012/BKD /2014 Tanggal 09 September 2014.

“Kuncinya menjadi orang sukses adalah kesungguhan, keikhlasan dan cinta dengan pekerjaan yang diberikan,” kata Bukhori.

Program EBS merupakan langkah strategis yang dilakukan pemerintah Kukar untuk memberdayakan dan peningkatan kualitas pendidikan. Pasalnya, banyak anak usia sekolah yang tidak sekolah, putus sekolah dan tidak melanjutkan pendidikan. Tahun 2016, instruksi bupati yakni melalui program Etam Balik Sekolah (EBS).

Dengan dilaksanakannya program tersebut, diharapkan tidak ada lagi anak yang putus sekolah, tidak sekolah dan tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi Keseriusan sosok seorang bapak dengan dua putra ini dalam memfasilitasi anak yang putus sekolah untuk belajar kembali melalui Kesetaraan Paket, menjadi target utama sebagai Kepala SPNF SKB.

Hal tersebut seiring dengan keselarasan atas slogan nyata dari Kabupaten Kutai Kertanegara, yaitu gerbang raja Gerbang Raja yang memiliki makna khusus yaitu terdiri dari dua kata yaitu Gerbang dan Raja. Gerbang diartikan sebagai pintu depan atau pintu pengantar dan Raja dimaknakan sebagai kesejahteraan.

Dengan demikian makna Gerbang Raja dapat diartikan sebagai pintu depan atau pengantar ke arah kesejahteraan. Oleh karenanya, setiap elemen di dalam SPNF SKB Tenggarong harus menjadi suatu kekuatan internal yang mendukung teralisasinya program etam balik sekolah sebagai bagian dari upaya mengantarkan kearah kesejahteraan masyarakat.

Sebagai Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dengan great target selama 2015 dan 2021 adalah mengentaskan anak yang putus sekolah di wilayah Kutai Kaartanegara, maka SPNF SKB Tenggarong merencanakan suatu realisasi atas target sebuah program yang memiliki tujuan tersebut dengan nama etam balik sekolah. Etam balik sekolah akan berupaya memfasilitasi anak yang putus sekolah di wilayah kerja SKB Tenggarong. (irw/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.