WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Untuk kesekian kalinya, Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah hadir menjadi Inspektur Upacara (Irup) yang digelar setiap Senin di sekolah-sekolah, kali ini dirinya menjadi Irup di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Tenggarong Seberang, Senin (28/8/2017).

Dalam amanatnya Wabup Kukar mengingatkan para guru, agar dapat bekerja dengan penuh semangat dan mengabdi dengan penuh tanggungjawab. Menurutnya adanya regulasi yang mengakibatkan terjadinya peralihan tanggungjawab sekolah tingkat atas dari pemerintah kabupaten ke provinsi, untuk tidak dijadikan sebagai hambatan dan permasalahan, yang menjadikan para guru menjadi bermalas-malasan. Bahkan ia berharap perubahan kewenangan tersebut menjadi semangat, dalam peningkatan proses belajar mengajar disekolah.

“Walaupun saat ini, manajemen pendidikan ditingkat pemerintah mengalami perubahan, namun Pemerintah Kukar tetap memberi perhatian bagi sekolah tingkat atas di wilayah Kukar, mengingat yang dididik adalah para generasi muda Kukar,” ujar Edi Damansyah.

Pada kesempatan itu, Wabup Kukar juga meminta para guru meningkatkan kualitas mengajar, yaitu dengan melakukan inovasi-inovasi baru yang membuat belajar mengajar tidak membosankan.

“Saya yakin sekolah ini telah banyak mendapatkan prestasi, untuk itu terus tingkatkan. Inovasi dalam proses belajar mengajar perlu dilakukan, agar para siswa semangat untuk belajar, “ ujar Edi Damansyah

Lebih lanjut dikatakannya, Pemerintah Kukar dalam rangka mendorong dan menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten, akan terus melakukan proses pendidikan 12 tahun, dimana anak-anak Kukar serendah-rendahnya berijazah SLTA.

“Program pendidikan 12 tahun wajib terlaksana dengan sukses di Kukar, selain mempersiapkan para tenaga kerja muda dengan ketrampilan yang handal kedepannya,” ujar Edi

Upaya peningkatan SDM yang berkualitas, peran sekolah kejuruan menurut Edi Damansyah sangatlah besar. Melalui sekolah kejuruan tersebut ia berharap akan lahir para generasi muda yang siap dan terampil, yang tidak saja mampu bersaing, namun juga mampu membuka pekerjaan baru, selain tetap fokus pada pekerjaan sesuai dengan disiplin ilmu yang diperoleh disekolah.

“Saat ini banyak lulusan sekolah kejuruan maupun sarjana yang telah selesai menyelesaikan satu pendidikan misalnya ilmu pertanian dalam arti luas, namun dalam proses selanjutnya jauh dari disiplin ilmu yang dimiliki. Semangat yang didapat di sekolah ini, khususnya dalam pertanian dalam arti luas, bisa diimplementasikan setelah lulus nanti kedunia pertanian, sehingga rumah tangga pertanian di Kukar tidak semakin berkurang,” harap Edi Damansyah lagi. (rudi/medsi02/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.