Tips Mengatasi Demam pada Anak Setelah Imunisasi

Tips Mengatasi Demam pada Anak Setelah Imunisasi
Photo Credit To Anak alami demam (Foto: Shutterstock)

Imunisasi perlu dilakukan agar anak memiliki kekebalan tubuh untuk menangkis virus atau infeksi tertentu. Namun seringkali muncul efek samping berupa demam, yang membuat orang tua merasa cemas dan ragu untuk kembali memberi imunisasi.

Kepada detikhealth.com, dikutif oleh wartakaltim.co, dr. Soedjatmiko, SpA(K) menyatakan bahwa demam merupakan reaksi yang wajar dialami anak. Anggota Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini mengibaratkannya seperti rasa pedas yang muncul setelah makan sambal. Obat penurun panas dapat diberikan jika demam yang dialami anak melewati angka 37.5 derajat ceclius.

“Jika dalam 4 jam demam tidak turun, segera kembali ke dkter atau ke fasilitas kesehatan,” pesan dr Soedatjmiko.

Orang tua tidak perlu khawatir jika bayi mengalami demam pasca imunisasi vaksin DPwT atau DPT biasa. Respons ini wajar terjadi dan ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengatasinya.

Dikutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), reaksi yang dapat terjadi segera setelah vaksinasi DPT antara lain demam tinggi, rewel, di tempat suntikan timbul kemerahan, nyeri, dan membengkak, yang baru akan hilang dua hari kemudian.

Dalam menghadapi anak yang terkena demam setelah imunisasi, orang tua atau pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah). Apabila anak masih demam, berikan pakaian yang tipis dan jangan berbahan tebal. Jika perlu, bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres dengan air dingin.

Kemudian, bayi yang demam boleh dimandikan atau cukup diseka dengan menggunakan air hangat. Jika diperlukan, berikan paracetamol 15mg/kg berat badan setiap 2-4 jam, maksimal 6 kali atau 24 jam, atau atas petunjuk dokter. Namun apabila reaksi-reaksi tersebut berat dan menetap, maka orang tua disarankan untuk membawa anak untuk diperiksa oleh dokter. (NNS)

Sementara itu dikutif dari laman okezone.com, Tips Menangani Anak yang Demam Setelah Imunisasi. Tidak jarang proses imunisasi pada anak membawa efek samping berupa demam. Apa yang harus dilakukan saat ini terjadi? Berikut penjelasa dr. Reza Fahlevi.

Pada dasarnya, demam pasca imunisasi disebabkan oleh reaksi sistem imun dalam tubuh anak untuk mengenali dan merespon komponen vaksin yang baru saja disuntikkan ke tubuhnya. Secara umum, proses imunisasi dapat memicu terjadinya demam kepada sekitar 10% anak yang diimunisasi. Kemungkinan ini sendiri dapat bertambah menjadi sekitar 50% apabila anak menjalani proses imunisasi Difteri Tetanus dan Pertusis (DPT).

Efek samping yang ditimbulkan oleh imunisasi inilah yang membuat banyak orangtua enggan untuk mengimunisasi anaknya. Padahal demam yang terjadi setelah imunisasi bukan suatu hal yang berbahaya, dengan catatan orangtua dapat menanganinya dengan benar. Prinsip penanganannya juga tidak jauh berbeda dengan prinsip penanganan demam yang biasa terjadi pada umumnya.

Berikut tips untuk menanganinya:

• Tingkatkan pemberian minum kepada anak

Cairan tubuh pada anak yang mengalami demam akan lebih mudah menguap sehingga berisiko terjadi dehidrasi. Jika tidak diatasi, dehidrasi akan semakin meningkatkan suhu tubuh anak. Karenanya, anak harus lebih banyak mengonsumsi air minum.

• Penggunaan pakaian yang tipis

Pakaian yang tebal dan berlapis akan menghambat pengeluaran panas dari tubuh anak. Anak yang demam sebaiknya menggunakan pakaian tipis untuk membantu mengeluarkan panas dari tubuhnya.

• Kompres hangat

Kompres hangat berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah di permukaan kulit anak sehingga panas dari tubuhnya lebih mudah keluar. Panas juga dapat dikeluarkan melalui keringat setelah pemberian kompres hangat.

• Berikan obat penurun panas

Jika suhu anak melebihi 37.5°C dan tidak mengalami penurunan dengan cara-cara di atas, Anda dapat memberikan obat penurun panas anak. Baca aturan pakai obat dengan baik agar pemberian obat sesuai dengan dosis dan frekuensi yang tepat. Jika ragu, berkonsultasilah dengan dokter. Jangan memberikan obat-obatan lain sebelum berkonsultasi terlebih dahulu.

• Pantau suhu tubuh anak secara berkala

Pemantauan suhu tubuh anak dengan termometer sebaiknya dilakukan sebelum pemberian obat penurun panas. Lakukan setelah pemberian obat dengan durasi 30 menit hingga 1 jam setelahnya. Selanjutnya, pantau suhu tubuh anak setiap beberapa jam sekali untuk mengetahui perkembangannya.

Segera bawa anak berobat ke dokter apabila suhu tubuh melonjak hingga melebihi 38.5 oC, anak Anda mengalami kejang-kejang, terlihat lemas dan sulit mengonsumsi air minum, muntah hebat, sesak napas atau mengalami penurunan respons. Dengan mengetahui cara penanganan demam pascaimuniasi, Anda tidak perlu khawatir lagi. (tty)

Sumber

  • detik.com
  • alodokter.com
  • okezone.com

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *