WARTAKALTIM.CO, SAMARINDA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Dra. Dayang Budiati diwakili Sekretaris Dr. Sudirman membuka Rapat Koordinasi Forum Kepala Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB ) berlangsung di ruang pertemuan SPNF SKB Samarinda Jl Juanda 8 Kamis, (13/09/2017).

Dalam sambuta acara pembukaan rakoor menjelaskan, meskipun Disdikbud Kaltim sekrang tidak secara langsung memberikan pembinaan tetapi pada intinya ingin memperjuangkan agar SPNF SKB juga menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.

“Kalau sekarang SMA/SMK sederajat pembinaanya menjadi kewenangan Dinas Provinsi SPNF SKB kan juga ada Kesetaraan Paket C yang setara dengan SMA/SMK. Prinsipnya Disdikbud Kaltim mendukung SPNF SKB dalam hal peningkatan GTK,”ujarnya.

Sementara itu Kepala UPT Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD –DIKMAS ) Kalimantan Timur Wahyu Husen Hakim yang diwakili oleh Kepala Seksi Program Gatot mengatakan hendaknya rakoor yang dilaksanakan pada hari ini dapat merumuskan dan mensingkronkan antara keinginan SPNF SKB , BP PAUD-Dikmas dan pemerintah Pusat.

“Jadikan Rapat Koordinasi (RAKOR) sebagai wahana untuk membentuk satu tujuan dan satu misi Kepala SPNF SKB agar dapat berjalan beriringan untuk mencapai tujuan, juga sebagai wadah penghubung paska dijadikannya UPT SKB Menjadi Stuan Pendidikan Nonformal, ” tutur Gatot.

Terkait dengan tupoksi bahwa Balai kata Gatot Irianto bahwa balai memiliki kewenangan dalam hal pembinaan UPT SKB yang sudah menjadi satuan SPNF SKB dalam hal pejaminan mutu sesuai dengan 8 standar pendidikan, bagi yang belum menjadi satuan kita lakukan Advokasi dan mediasi kepada pemerintah kabupaten agar secepatnya SKB dijadikan menjadi satuan pendidikan.

“Berdasatkan Permendikbud Nomor 4 tahun 2015 bagi SKB yang menjadi satuan pendidikan sampai batas akhir bulan Desember 2017, Jika tidak maka SKB tersebut tidak dapat mengakses dana yang diberika” tegas Gatot

Ketua Forum Kepala SPNF SKB Kaltim Gunawan Widiyassana didampingi Sekretaris Bukhori rakor yang digelar (hari ini red) dihadiri oleh 14 kepala SPNF SKB , “Rakor ini sangat penting, dan kita hadirkan Kadisdikbud Kaltim, Kepala UPT Balai Pengembangan PAUD – Dikmas juga mengundang Kepala Bidang PAUD dan PNF Kabupaten/Kota, serta seluruh mantan Kepala UPT SKB menyamakan persepsi dalam mendukung SNF SKB kabupaten/kota,” katanya.

Menurut dia, dalam rapat membahas program kerja Forum UPT SKB paska dijadikannya menjadi SPNF SKB, terkait tupoksi sebagai kepala satuan pendidikan sesuai Permendibud Nomor 4 Tahun 2016 dan Peraturan Direktur Jendral Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor 1453 Tahun 2016, Tentang Juknis Satuan Pendidikan Non formal Sanggar Kegiatan Belajar.

“Ada Jaminan bagi SKB menjadi satuan pendidikan, untuk difasilitasi pemenuhan dana operasional oleh pusat dan daerah, sebagaimana tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003 pasal 89 ayat (2), dan Juknis Nomor 1453 tahun 2016 mengenai dana operasional pendidikan dan program dialokasikan dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk satuan pendidikan diberikan dalam bentuk hibah, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga SKB difasilitasi pemenuhan dana operasional oleh pusat dan daerah,” katanya.

Selain itu akan memperoleh pendampingan mutu mencapai Standar Nasional Pendidikan (dibina untuk dikareditasi BAN PNF), sebagaimana tertulis pada Pasal 60 ayat 1 dan 2 tentang akreditasi yang berbunyi Akreditasi dilakukan, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal.

“Setiap jenjang dan jenis pendidikan yang dilakukan oleh Pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas publik,”. Jelasnya. (ekho/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.