WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Satu lagi prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam dunia pendidikan dimana, salah satu guru MAN Tenggarong/MAN 2 Kutai Kartanegara yakni Rais Budiarto, S.Pd., M.Si lolos menjadi Finalis Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 19-20 Oktober 2017 di Jogjakarta.

Rais merupakan guru Biologi, dimana pada lomba itu Ia, membawakan penelitian yang berjudul Pengembangan Aplikasi Game RAIZ-TEXTURE (Raiz-Telolet Excretory Adventure) untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Materi Sistem Ekskresi.

Latar belakang dilakukannya penelitian itu adalah banyak siswa yang mengalami kendala belajar khususnya pada materi sistem ekskresi yang mengakibatkan banyak siswa yang tidak memperoleh nilai tuntas pada materi pelajaran. Oleh karena itu dikembangkanlah aplikasi Game RAIZ-TEXTURE (Raiz-Telolet Excretory Adventure) ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Aplikasi Game RAIZ-TEXTURE (Raiz-Telolet Excretory Adventure) adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu belajar siswa, aplikasi permainan ini dapat dimainkan di perangkat Personal Computer (PC) maupun Handphone berjenis android.

“Dalam permainan ini siswa akan diajak bertualang di dalam empat level permainan, setiap level siswa akan diajak untuk mencari soal-soal dan menjawabnya, dan yang membuat siswa menjadi lebih tertarik pada permainan ini adalah ketika siswa dapat menjawab soal dengan benar maka akan keluar suara “Telolet.. Telolet,” kata Raiz.

Kepala MAN Tenggarong Samuri pun bangga atas pencapaian yang diperoleh salah satu guru pengajarnya.

“Selamat kepada Bapak Rais Budiarto atas prestasinya, Raiz juga pernah memperoleh juara nasional dan pengharaagn oleh Menteri Agama di tahun 2015 lalu. Adanya prestasi yang baru ini maka akan membawa nama baik madrasah di level nasional, saya berharap masyarakat dapat memberikan doa agar dalam final lomba di Jogja nanti memperoleh hasil terbaik” Harapnya.

Diketahui, lomba edukasi tingkat nasional sudah menjadi agenda tahunan Kemdikbud RI setiap tahunnya yang diikuti oleh ribuan guru di Indonesia. Lomba ini terdiri dari dua tahapan, tahapan pertama yaitu pengiriman proposal penelitian, proposal tersbut kemudian di seleksi dan guru yang lolos seleksi akan dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek).

Tahapan kedua yaitu setelah mengikuti Bimtek maka dilanjutkan dengan proses penelitian, hasil penelitian kemudian kembali di kirim ke Jakarta untuk diseleksi kembali, hasil seleksi ini akan terpilih guru-guru yang akan menjadi Finalis lomba Inovasi Pembelajaran Tahun 2017. (irw/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.