WARTAKALTIM.CO, MUARA JAWA – Safari Jumat Kapolda Kaltim, Irjen Pol Drs. Safaruddin, bertindak sebagai Khotib, di Masjid Besar Darulsalam Kelurahan, Muara Jawa Ulu Kecamatan Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Jumat, (13/10/2017).

Dalam khotibnya di hadapan para jamaah tanpa canggung, jenderal berpangkat bintang dua itu menyampaikan isi ceramahnya mengajak kepada semua ummat muslim agar selalu bertakwa kepada Allah SWT.

Hal tersebut juga disampaikan di beberapa masjid yang sudah dikunjunginya, dimana dalam khtib itu Ia juga mengingatkan bahaya menggunjing maupun ghibah yang kerap dilakukan, untuk mencari-cari kesalahan orang lain.

Dewasa ini, dengan kecanggihan teknologi dan aneka ragam media social, lebih mudah melakukan apa saja termasuk menggunjing, menghujat, dan mencela orang lain. Padahal Islam telah mengajarkan kepada ummat manusia untuk mberprilaku baik kepada sesama manusia maupun kepada mahluk lain yang ada dimuka bumi.

Selanjutnya Kapolda mengingatkan bahayanya , menggunjing, atau menjelek-jelekkan orang, dapat merusak istiadat dan tatanan masyarakat termasuk kehormatan seseorang. Ketentraman keamanan dan ketertiban masyarakat ikut terganggu.dalam istilah keseharuian disebut gibah (menggunjing) dan fitnah.

“Sudah saatnya kita akhiri. Jangan karena kita berbeda agama, kita menggibah orang lain. Jangan karena kita berbeda partai politik, jangan karena kita berbeda paham, jangan karena masalah hal-hal yang tidak prinsip antara sesama umat Islam, kita saling menggibah. Ada pula gibah karena khilafiah berbeda antara pakai qunut dengan tidak qunut, antara ucapan Bismillah keras dengan tidak, antara pakai tongkat dengan tidak pakai tongkat ketika salat Jumat (khatib waktu naik mimbar),” katanya.

Ditambahkan dia, perbedaan itu hikmah saling menghargai dan menghormati, menahan diri terhadap perbedaan, untuk tidak saling menggibah antara sesama umat Islam, antara sesama umat manusia di muka bumi ini.

“Karena itu dilarang oleh agama. Jangan karena perbedaan, kita saling menggibah. Perbedaan itu disikapi dengan baik, menjadikan karunia yang diberikan Allah kepada kita, sehingga kita tidak menjadi orang-orang bangkrut kelak di akhirat,” Tutur Safruddin. (ekho/dedy/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.