Kukar Gelar Gerakan Sadar Pilkada Serentak 2018

Kukar Gelar Gerakan Sadar Pilkada Serentak 2018
Photo Credit To Abdul Rahman/Medsi05

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Partisipasi masyarakat dalam Pilkada menjadi tolak ukur penerimaan atas sistem politik yang dibangun. Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Kukar Edi Damansyahmelalui sambutannya yang dibacakan Asisten III Umum Setkab Kutai Kartanegara (Kukar) H Suriansyah HM saat menghadiri acara Gerakan Sadar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 di Creative Park Tenggarong, Minggu (29/10/2017).

menurut Plt Bupati Kukar maju dan berkembangnya sistem politik sangat tergantung dari keterlibatan warga masyarakatnya tanpa membedakan jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan.  Menurut Edi, untuk partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pilkada di Kukar pada 2015 yang lalu masih sekitar 63,86 persen.

Angka partisipasi tersebut menurutnya memang masih tergolong rendah. Fenomena politik seperti itu memang tidak terlepas dari kesadaran dan antusiasme masyarakat yang mandiri untuk menggunakan hak politiknya. Dengan pertimbangan bahwa calon yang hadir dalam pentas Pilkada apakah cukup memiliki kapasitas dalam mewujudkan harapan mereka.Pertimbangan tersebut menjadi alasan yang sebenarnya rasional dan kritis. Oleh karenanya para calon haruslah cukup dekat dengan masyarakat.

Lebih lanjut dikatakan masyarakat akan menunggu para calon turun ke lapangan dan berdialog langsung dengan masyarakat. Karena wilayah Kabupaten Kukar begitu luas, kadang-kadang hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap calon. Selain itu, media massa juga memiliki peranan dalam memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. Berita media dalam memberikan informasi secara luas mengenai Pilkada akan mendorong terciptanya kesadaran orang untuk menentukan pilihannya.

Masih melalaui sambutan tertulisnya Edi juga meminta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) melakukan kampanye progressif untuk mendorong masyarakat supaya menentukan pilihan politiknya dan ikut berpartisipasi di dalam Pilkada.

Sementara itu, Ketua KPU Pusat Arif Budiman dalam sambutannya yang disampaikan Komisioner KPUD Kukar H Arliansyah, mengatakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil wali kota secara langsung merupakan perwujudan demokrasi ditingkat lokal.

Menurut Arif, pemilihan serentak 2018 merupakan pemilihan serentak gelombang ke-3 setelah dimulainya pemilihan serentak pada 2015. Terdapat 171 daerah yang akan mengikuti pemilihan serentak 2018, terdiri dari 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten. Karena penyelenggaraan pemilihan serentak 2018 beririsan dengan Pemilu serentak 2019, maka tak dapat dipungkiri, suhu politik akan lebih hangat dibanding pemilihan serentak pada 2015 dan 2017.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakapolres Kukar AKP Andreas, Ketua Komisi I DPRD Kukar Abdul Rasyid, Ketua KPUD Kukar Junaidi, Komisioner KPUD Kukar Arliansyah, Pimpinan  BRI Cabang Tenggarong Sumarto, serta Sekretaris Koni Kukar Hadaruddin.
(man/medsi05/wkc)                     

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *