WARTAKALTIM.CO, ANGGANA – Ribuan ummat muslim memadati lapangan Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam rangka memperingati Tabligh Akbar Maulid Agung Nabi Muhammad SAW 1439 H dan Haul Al Habib Hasyim Bin Musyaiyah Bin Yahya atau yang dikenal dengan Habib Tunggang Parangan, Rabu (22/11/2017) malam.

“Alhamdulillah animo umat muslim luar biasa, ribuan ummat terlihat memadati tempat acara, bersama-sama memperingati Haul Habib Tunggang Parangan,” kata Muhammd Afwan selaku Panitia Pelaksana Haul.

Menurut Afwan kegiatan haul diawali dengan ziarah ke makam Al Habib Hasyim Bin Musyaiyah Bin Yahya oleh para habib yang ada di Kalimantan Timur, serta Habib dari Tegal (Jawa Tengah), juga Plt Bupati Kukar Edi Damansyah dan jamaah lainnya bersama-sama berdoa di depan makam Habib Tunggang Parangan.

“Setelah rangkaian ziarah dilanjutkan dengan hadrah atau puji-pujian kepada Rasulullah SAW, zikir, doa bersama, dan diakhiri tauziah agama,” ujarnya.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kukar Edi Damansyah menyambut baik agenda tahunan Haul Habib Tunggang Parangan di Desa Kutai Lama.

“Terima kasih, saya sampaikan kepada para alim ulama dan seluruh komponen masyarakat Kutai Kartanegara yang secara bersama-sama sudah melakukan pembinaan ummat khususnya ummat muslim yang ada di Kutai Lama,” sambut Edi.

Edi juga mengapresiasi, adanya Haul Habib Tunggang Parangan di Kutai Lama tidak hanya memberikan penguatan iman dan takwa melalui zikir, doa dan tauziah, melainkan juga berdampak terhadap ekonomi kerakyatan yang dikemas dengan wisata religi.

“Konsep yang ditawarkan Kecamatan Anggana yang memproklamirkan diri sebagai salah satu wisata religi harus didukung semua pihak. Tentunya ini akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi kemasyarakat dan menggali pundi-pundi PAD di Kecamatan,” ujar Edi Damansyah.

Untuk diketahui, dari berbagai sumber Tunggang Parangan merupakan seorang mubaliq yang mensyiarkan Agama Islam. Bahkan dalam sebuah kisah menceritakan terjadi dialog antara Raja Kutai, Raja Makota dengan Tuan Tunggang Parangan, yang singkat cerita Raja tersebut memeluk agama Islam berkat ajakan Habib Tunggang Parangan.

Selanjutnya keperkasaan Raja Kutai cucu Raja Makota yakni (Aji) Ki Jipati Jayaperana bergelar Pengeran Sinum Panji Mendapa menyebar luaskan pengaruh Islam yang akhirnya juga menaklukkan Kerajaan Hindu Martapura. (ekho/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.