Permintaan Guru Honorer ke Presiden Jokowi: Angkat Kami Menjadi Calon ASN

Permintaan Guru Honorer ke Presiden Jokowi: Angkat Kami Menjadi Calon ASN
Photo Credit To Demo ribuan guru honorer dari pelbagai daerah di Indonesia di Jakarta, Selasa (15/9) (Foto: MP/Rizki Fitranto)

WARTAKALTIM.CO, BEKASI – Sekitar 5.200 guru honorer yang tergabung dalam Front Pembela Honorer se-Indonesia menyampaikan harapannya untuk diangkat menjadi calon Aparatur Sipil Negara kepada Presiden Joko Widodo di Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/12/2017).

Ketua Forum Tenaga Honorer Kukar Ali Rohman bersama rekannya usai berjuang agar diangkat menjadi calon ASN, dalam acara silaturahmi Honorer se-Indonesia dengan Presiden Ri di Bekasi.

“Kami ingin Presiden Joko Widodo mau menemui kami, sebentar juga tidak apa-apa. Kami ingin aspirasi guru honorer bisa dibawa untuk selesaikan masalah guru honorer di Indonesia,” kata Sekjen From Pembela Honorer Indonesia, MN Rambe di Bekasi sebagaimana dikutif wartakaltim.co pada laman merahputih.com.

Permintaan itu disampaikannya melalui aksi penyambutan kedatangan Presiden Joko Widodo untuk menghadiri peringatan Hari Guru Nasional di Stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi, pagi ini.

Ribuan guru honorer itu berjajar di pedestrian Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, dengan membentangkan spanduk ucapan selamat datang serta pesan tertulis terkait harapan mereka diangkat sebagai calon ASN.

Spandu tersebut bertuliskan “Pak Jokowi Tolong Temui Kami 5 Menit Pendukungmu”, “Angkat Kami Menjadi Calon ASN”.

Rambe mengatakan, persoalan guru honorer hampir di setiap daerah di Indonesia belum pernah terselesaikan dengan baik sejak 2005.

“Bahkan sudah ada anggota kami bekerja sebagai guru honorer sejak 25 tahun lalu sampai sekarang belum ada pengangkatan,” katanya.

Dikatakan Rambe, hak pengangkatan guru honorer sebagai calon ASN telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005, PP 43 Tahun 2007 dan P56 Tahun 2012, namun tidak berjalan optimal.

“Kami mengharapkan Presiden Joko Widodo mau mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perpu) atau peraturan presiden (perpres) untuk menyelesaikan semua itu,” ujarnya.

Rambe menambahkan, pihaknya sangat menginginkan bisa silatuhami dengan Joko Widodo untuk membahas persoalan itu.

“Kami sambut kedatangan beliau, tujuannya meriahkan Hari Guru Nasional. Ada yang ingin kami sampaikan agar beliau perhatikan tentang tenaga honorer seluruh Indonesia. Terkait permasalahan honorer yg tidak selesai,” pungkasnya.

Sementara itu, apel akbar Hari Guru Nasional 2017 nampak dihadiri Presiden Joko Widodo yang datang dari arah Gerbang Tol Bekasi Barat menuju stadion sekitar pukul 08.30 WIB

Presiden datang bersama sejumlah jajaran Kabinet Kerja 2017 dari tempat kerjanya di Istana Bogor, Jawa Barat, menuju lokasi acara yang dihadiri sekitar 35.000 peserta dari kalangan guru di Indonesia. (wkc/mp)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *