Kuliner Abon Ayam “Khas Lombok” Menggoda Selera

Kuliner Abon Ayam “Khas Lombok” Menggoda Selera
Photo Credit To Kreatif, kuliner Abon Ayam "Khas Lombok" kian diminati konsumen. (Foto: Irwan Wadi)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Pengolahan daging ayam menjadi Abon Ayam “Khas Lombok” yang diproduksi oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menangah (UMKM) Ibu Hamdiah yang beralamatkan di Desa Bangun Rejo LIII Blok DII Dusun Sumber Mulyo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) semakin diminati bahkan menggoda selera para konsumen baik dari Tenggarong, Kota Samarinda dan sekitarnya.

“Alhamdulillah, Abon Ayam “Khas Lombok” saat ini sudah mulai dikenal masyarakat, bahkan ada konsumen yang membeli untuk dijadikan sebagai oleh-oleh keluarganya seperti Kota Samarinda, Tenggarong, Sangasanga, Sangatta (Kutim), bahkan dibawa ke pulau Jawa sebagai oleh-oleh. Tetapi yang rutin dari Samarinda ,Tenggarong dan sekitarnya ,” kata Hamdiah selaku pembuat Abon Ayam “Khas Lombok” kepada Wartakaltim.co, Rabu (6/12/2017).

Menurut Hamdiah, permintaan produk kuliner Abon Ayam “Khas Lombok” dari konsumen terutama luar daerah cukup banyak. Setiap kali pembelian bisa mencapai 5 (lima) kilogram abon, baik yang datang langsung maupun permintaan pengiriman.

“Kalau yang dari Samarinda, Tenggarong dan sekitarnya rutin, kadang seminggu dua kali membeli, namun kalau ke luar Kalimantan rata-rata seminggu sampai sepuluh hari sekali, dengan maksimal pengiriman lima kilogram,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan pembeli juga berasal dari karyawan perusahaan batu bara yang ada di Tenggarong Seberang, bahkan jika waktunya cuti mereka biasanya memesan untuk oleh-oleh.

“Pemesan Abon Ayam “Khas Lombok” selalu rame, terlebih memasuki liburan permintaan meningkat hingga lima kali lipat dibanding hari biasanya,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan permintaan Abon Ayam “Khas Lombok” dari konsumen luar daerah maupun komsumen lokal yang menjadi langganan semakin hari terus meningkat. Untuk mensiasati ketersediaan abon tersebut juga bekerjasama dengan pemilik kios cemilan maupun toko oleh-oleh di Tenggarong.

“Kapasitas per hari rata-rata produksinya sekitar sepuluh kilogram Abon Ayam “Khas Lombok”, jadi tergantung pemesanan konsumen,” katanya.

Adapun proses pembuatan Abon Ayam “Khas Lombok” sendiri memerlukan waktu yang cukup panjang, mulai dari mempersiapkan daging ayam petelur yang segar, lalu direbus sampai matang. Proses selanjutnya pendinginan dading, lalu dihaluskan atau ditumbuk secara tradisional.

Setelah semuanya selesai kemudian masuk pada proses pencampuran bumbu dan rempah-rempah yang sudah disiapkan, hingga penggorengan. Untuk menambah aroma harum, rasa nikmat dan gurih ditaburi gorengan bawang merah sebagai proses akhir sebelum masuk pada pengemasan.

“Varian Abon Ayam “Khas Lombok” mulai dari rasa super pedas, sedang dan original. Harganya pun bervariatif dan terjangkau oleh konsumen mulai Rp 17 ribu hingga Rp 35 ribu, tergantung kemasan yang dipilih oleh konsumen,”. Jelasnya. (ekho/wkc)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *