WARTAKALTIM.CO, SANGASANGA –  Dalam sepekan Polsek Sangasanga Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil menangkap 2 (dua) orang terduga bandar narkoba yakni YN (32) warga samarinda dengan barang bukti (bb) dua poket narkoba berisi 1750 gram pada Selasa (26/12/2017) lalu.  Kali ini Satuan Reskrim polsek Sangasang kembali  menangkap jaringan narkoba yakni, HR (42) yang juga diamankan  di tempat tinggalnya Jl. Jend. Sudirman RT 17 Kelurahan Sangasanga Dalam, Selasa (02/01/2018).

Dari informasi petugas dilapangan, HR sempat terlihat membuang barang bukti  berupa dompet warna hitam dibelakang rumahya tetapi dipergoki oleh anggata Reskrim.

Ditangan pelaku disita 5 (lima ) paket Narkoba jenis Sabu-sabu dengan berat bersih 4.55 gram dan 1 (satu) buah dompet kecil warna hitam diduga sebagai sarana dalam aktivitas haramnya. Kini keduanya hanya bisa menghirup udara segar dari dalam rutan Mapolsek Sangasanga.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, SI.K, M.Si melalui Kapolsek Sangasanga IPTU Reza Pratama R Yusuf mengatakan, penagkapan tersangka bermula dari hasil pengembangan curanmor oleh unit reskrim polsek Sangasanga, tetapi barang bukti sepeda motor dimaksud tidak ditemukan dirumahnya tiba- tiba pelaku izin hendak buang buang air kecil dibelakang rumahnya.

“Pada saat izin kebelakan diketahui oleh petugas HR terlihat melemparkan sebuah dompet kecil warna hitam, dengan sigap reskrim polsek memerintahkan untuk mengambil kembali dompet yang telah dibuang, setelah dibuka ditemukan Narkotika jenis sabu – sabu,” tegas kapolsek.

Lanjut Reza panggilan akrap Kapolsek Sangasanga, saat ini polisi tengah mengembangkan pemasok barang haram tersebut. Tersangka telah melanggar Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 Jo Pasal 131 Jo Pasal 127 ayat (1) UURI No. 35 Thn 2009 tentang Narkotika.

“Untuk penyidikan lebih lanjut terduga HR diamankan di Makopolsek Sangasanga berikut barang bukti lainnya,”. Jelasnya. (ekho/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.