Ekspose RAD-AMPL, Kukar Butuh Investasi Air Minum Rp 69 Miliar

Ekspose RAD-AMPL, Kukar Butuh Investasi Air Minum Rp 69 Miliar
Photo Credit To Edy Santoso selaku Tim penyusun RAD-AMPL saat mempresentasikan hasil penysunan RAD-AMPL. (Foto: Irwan Wadi)

WARTAKALTIM.CO, KUKAR –  Dalam  Ekspose dokumen Rencana Aksi Daerah Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD-AMPL) yang sudah disusun oleh Tim Bappeda Kukar diketahui bahwa total kebutuhan investasi air minum dan penyehatan lingkungan sampai dengan tahun 2021 mencapai Rp694.593.250.000.

Hal tersebut disampaikan Edy Santoso selaku Tim Penyusun Dokumen RAD-AMPL yang juga Kasubid Pemanfaatan Ruang dan Pemukiman Bappeda saat ekspise yang dihadiri para OPD terkait serta akademikis, tokoh masyarakat dan pecinta lingkungan, di Ruang pertemuan Bappeda, Rabu (10/1/2018).

“Investasi yang dibutuhkan tersebut terdiri dari Rp138.918.650.000 setiap tahunnya mulai dari tahun 2017, 2018, 2019, 2020 dan 2021,” katanya.

Adapun realisasi anggaran untuk kegiatan AMPL kabupaten Kutai Kartanegara samapai tahun 2017 Rp59.616.858.433 atau 8,58 persen dari total kebutuhan investasi AMPL sampai dengan tahun 2019. Sedangkan realisasi AMPL Kabupaten Kukar untuk tahun 2017 sebesar Rp 6.908.576.001 dari total APBD kurang lebih 4 Triliun atau hanya sebesar 0,17 persen.

Menurut Edy, tujuan kebijakan AMPL sendiri yakni pembangunan sarana air minum perdesàan, meningkatkan akses sanitasi yang layak dan berkelanjutan, meningkatkan jumlah penduduk yang menerapkan PHBS, serta perlundungan terhadap kawasan tangkapan air.

“Inilah yang akan kita dorong sehingga strategi pencapaian program AMPL dapat terwujud dengan baik, termasuk dalam pemanfaatab sumber pendanaan selain APBD kabupaten seperti APBN, APBD Provinsi dan APBDes, serta melakukan kolaborasi penganggaran dengan peran swasta melalui forum CSR Kabupaten,” ujarnya.

Berdasarkan pembahasan dokumen RAD-AMPL tersebut diketahui, jumlah kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara 18 Kecamatan, jumlah penduduk per 31 desember 2016 sejumlah 662.481 jiwa.

Pada tahun 2016 akses air minum layak sebesar 71, 46% (PDAM 63,51% dan Non PDAM 7,95%), dan akses sanitasi layak sebesar 35,90%.

Adapun RAD-AMPL kabupaten Kukar telah merumuskan 12 program kerja antara lain program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan perdesaan, pengendalian pencemaran dan pengerusakan lingkungan hidup, perumahan, lingkungan sehat, hingga program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. (medsi01/wkc)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *