WARTAKALTIM.CO, SANGASANGA – Aksi teatrikal Merah Putih Sangasanga Membara kembali bakal digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut peringatan Hari Peringatan Merah Putih Sangasanga ke- 71, Sabtu (27/01/2018) mendatang di Lapangan Sepak Bola Gelora Pantai PT Pertamina Sangasanga Kabupaten Kutai Kartanegara.

Camat Sangasanga Gunawan kepada Wartakaltim.co memastikan, bahwa kegiatan tahunan dalam rangka memperingati dan menyambut Hari Jadi Peristiwa Merah Putih Sangasanga itu bakal digelar lagi sepeerti tahun-tahun sebelumnya.

“Ini bagian dari visualisasi sejarah yang terjadi Perjuangan perebutan kota Minyak di Sangasanga. Sejarah mencatat pertempuran di Kota Sangasanga pada 27 Januari 1947 itu sebagai satu diantara pertempuran paling hebat Asia. Kami ingin menampilkan kembali visualisasi yang menggambarkan sejarah tersebut,” kata Gunawan.

Sementara ketua Teater Merah Putih Suyono menyampaikan, bahwa awak pemain, yang melibatkan siswa dan siswi SMP/SMA/SMK, diperkirakan hingga mencapai 150 personil lebih saat ini terus melakukan persiapan dan latihan, diharapkan dari latihan dan persiapan intens kali ini akan memberikan hasil terbaik pada pementasan.

“Sebenarnya latihan sudah kami lakukan jauh-jauh hari. Dan semakin mendekati pelaksanaan latihan kami intens. Setiap tahun Sangasanga Membara digelar menjelang hari peringatan merah putih, tapi kami tetap latihan sebelum pelaksanaan,” Tambah Suyono.

Lnjut Suyono pementasan teater Merah Putih Sangasanga Membara berbeda dengan tahun sebelumnya dan dengan pilihan tema yang berbeda. Tahun ini dipilih tema besar pejuang Sangasanga Budiyono . “Tema ini memang secara khusus menjadi pilihan kami di pementasan Sangasanga Membara,” tegas Yoyon, panggilan akrap Suyono.

Selain itu, alur cerita dalam pagelaran teater Sangasanga membara yang diperkirakan dengan durasi 35 menit itu, diawal cerita akan menggambarkan Kota Sangasanga dibawah cengkraman penjajah Belanda lengkap dengan fasilitas, “ Alur cerita tahun ini beda dengan tahun lalu untuk tahun ini diawal cerita kita akan gambarkan bahwa Sangasanga Sudah lebih maju jika dibanding dengan kota sekitarnya, jalan yang sudah diaspal, fasilitas hiburan tersedia Kolam Renang, seperti kota metro politan”tambah Suyono

Sosok Budiyono sangat luar biasa dan tidak dapat dipisahkan dengan peristiwa perebutan kota Sangasanga atau yang kita kenal dengan peristiwa Merah Putih 27 Jauari . Tentara KNIL tetapi kontribusi Budiyon pada masa itu sangat besar, Ia sebagai pejuang sekaligus tokoh diplomasi yang mewakili kepentingan rakyat Sangasanga.

“Kami ingin nama Budiyono juga dipahami bagi generasi muda. Hingga hari ini mungkin masih belum banyak anak muda yang tahu sosok Almarhum Budiyono, ini yang ingin kami tekankan. Beliau juga sangat berjasa,” Suyono mengakhiri. (ekho/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.