WARTAKALTIM.CO, KUKAR – Mencari penginapan saat berkunjung ke wilayah kecamatan paling ujung Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yakni Kecamatan Tabang, kini tidak lagi sulit didapat. Bahkan sudah tersedia penginapan yang diberi nama Lamin Beb Bareb yang tidak kalah dengan hotel berkelas bintang yang ada di perkotaan.

Lamin Bareb tersebut merupakan milik Andreas Masin salah satu tokoh adat setempat yang turut memajukan Tabang menghadirkan Lamin sebagi pengegrak ekonomi masyarakat setempat. Dari segi bangunan terlihat sangat mirip seperti rumah panggung dihiasi berbagai ornamen atau ukiran khas dayak disetiap tiang penyanggah lamin yang terbuat dari kayu ulin beukuran jumbo.

Disekeliling Lamin, terdapat lembah dan pepohonan yang masih asli dengan udara yang segar serta sejuk dipandang mata sambil melepas kepenatan usai menjalani aktivitas. Didalam lamin yang terbilang unik tersebut, pada lantai 2 (dua) terdapat 8 (delapan) kamar tempat tidur dengan fasilitas seperti tempat beribadah (musholla), kamar mandi hingga menu sarapan pagi dan malam sudah tersedia.

Sementara pada lantai dasar Lamin juga terdapat tiga kamar tidur yang biasanya khusus diperuntukkan bagi tamu VIP baik itu dari pejabat pemerintahan, hingga dunia usaha seperti bos perusahaan.

Salah satunya rombongan Plt Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah yang tiba di Kecamatan Tabang pada Jumat (19/1/2018) malam sekitar pukul 10.30 Wita setelah menempuh perjalanan dari Ibu Kota Raja Tenggarong dengan waktu tempuh sekitar 8 jam perjalanan tiba di Kecamatan Tabang dan langsung menuju lamin Beb Bareb sebagai tempat beristirahat rombongan.

“Ya, kebanyakan tamu dari pejabat pemerintah dan bos perusahaan yang menginap di lamin,” kata Agus selaku petugas jaga lamin.

Menurut Agus, tidak hanya dari perusahaan maupun pemerintahan bahkan lamin juga sering ditempati oleh turis mancanegara. “Lamin juga kerap dijadikan tempat menginapnya turis mancanegara, saat itu disewanya dalam rangka melakukan penelitian adanya emas di Tabang yang didampingi pihak perusahaan setempat,” ujarnya.

Adapun tarif lamin sendiri tambah Agus sangatlah ekononis yakni sebesar Rp150 ribu permalam. “Tarif menginap di lamin sangat terjangkau yakni Rp150 ribu permalam,” tambah Agus. (wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.