WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Selama ini, masyarakat lebih banyak mengenal Pendidikan Formal ketimbang Pendidikan Non Formal (PNF). Padahal PNF memiliki keuntungan tersendiri, terutama dalam menjangkau masyarakat yang secara ekonomi kurang beruntung. Bahkan melalui PNF, masyarakat juga mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dsidikbud) Kutai Kartanegara Hifsi G Fachrannas saat meninjau pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Kesetaraan Paket C di Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Tenggarong, Sabtu (7/4/2018).

“Selain dapat mengikuti kesetaraan program paket A, B dan C, warga belajar melalu SPNF SKB juga dapat mengikuti berbagai pelatihan keterampilan skill dalam upaya meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga secara kreatif, mandiri dan sejahtera,” katanya.

Menurutnya, program pendidikan non formal mulai penuntasan tuna aksara, Kesetaraan Paket A, B dan C, juga dikemas melalui pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis skill pendidikan non formal.

“Saya berharap kontribusi dari sektor pendidikan terhadap pengurangan pengangguran dan kemiskinan bisa dicarikan solusinya melalui peningkatan keterampilan,” ujarnya.

Bahkan hal tersebut lanjut Hifsi, dapat memberikan solusi alternatif bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi melalui pelatihan wirausaha.

“Disinilah peran penting SPNF SKB bersama lembaga lainnya harus terus melakukan terobosan dan inovasi terbaik bagi warga belajar. Tidak hanya dari sisi kesetaraan program paket, melainkan program peningkatan keterampilan juga diperbanyak sehingga berdampak terhadap peningkatan ekonomi warga,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPNF SKB Tenggarong Bukhori mengapresiasi atas dukungan dan dorongan Disdikbud Kukar, demi kemajuan SPNF SKB dengan melakukan berbagai inovasi terbaik bagi warga belajar.

“Apa yang disarankan Kadisdikbud Kukar (Hifsi G Fahrannas-red), menjadi bahan untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi, demi terciptanya pendidikan non formal bermutu dan berkualitas, tidak hanya dari segi program paket saja, melainkan program peningkatan keahlian skil dan keterampilan juga menjadi perhatian SPNF SKB Tenggarong,” katanya.

Ditambahkan Bukhori, pihaknya juga sudah menyelenggarakan berbagai program pendidikan kewirausahaan (PKW) dan Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) bagi warga kesetaraan bekerjasama dengan Direktorat PAUD dan Dikmas.

“Tujuan dari PKK dan PKW ini sendiri untuk mencetak tenaga terampil dalam berusaha yang sesuai dengan keinginan warga belajar dan ini sudah dilakukan SPNF SKB Tenggarong memberikan pelatihan, seperti kursus tata rias pengantin, menjahit, perbengkelan, reparasi HP, cara membuat bakso ikan, lele, aneka olahan buah lokal, dan sebagainya,”. Jelasnya.

Penulis : Ekho

Editor : Irwan

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.