WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Menjelang penyaringan  peserta Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPGJ) tanggal 8 s/d 13 Mei 2018  bagi guru SD disinyalir adanya aksi penipuan dengan modus pencatutan nama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) Hifsi G Fachrannas.

Bahkan dalam sepekan terakhir salah salah satu guru di Sangasanga yakni Painem (56) Guru SDN 003 Jl. Kawasan Keurahan Jawa Kecamatan Sangasanga, mengaku telah menerima telepon dari oknum yang mengaku Kadisdikbud Kukar di nomor hendphone 085247978027.

Dalam aksinya, penelepon gelap tersebut mengaku sebagai Kadisdikbud, menyampaikan bahwa ada beberapa guru di Kecamatan akan menerima sejumlah uang  untuk kegiatan PPGJ, dengan syarat guru akan mendapatkan dana tersebut harus mentranfer uang sebesar 15 persen dari dana yang bakal diterima untuk administrasi.

“Ibu, saya kepala Disdikbud Kukar menginformasikan bahwa ibu salah satu guru dari tiga guru yang ada di Sangasanga akan mendapatkan uang PPGJ, tetapi ibu harus mentranfer uang untuk administrasi sebesar 15 persen,” kata Painem menirukan penelepon gelap.

Kepala UPTD Layanan Disdikbud Sangasanga Irianto juga mengakui bahwa pada bulan terakhir ini dirinya banyak menerima laporan dari kepala sekolah dan guru adanya penelpon gelap dengan mengatasnamakan pejabat Disdikbud Kukar.

“Saya menerima laporan bahwa salah satu guru di SDN 005 juga mendapatkan telepon gelap, intinya menjanjikan sejumlah uang tetapi guru yang dijanjikan itu disuruh mengirim sejumlah uang untuk administrasi. Untung saja guru-guru yang ditelepon tidak ada yang mengirimkan uang yang diminta,” terang Irianto.

Dikonfirmasi hal tersebut, Kadisdikbud Kukar Hifsi G Fachrannas merasa terkejud dan dirinya tidak pernah menelepon guru terkait dengan janji memberikan sejumlah dana.

“Kepada seluruh guru yang ada di Kukar, agar waspada terhadap penipuan melalui hendphone, medsos dan lainnya yang akhir-akhir ini marak terjadi,” kata Hifsi.

Mengantisiapasi penipuan, Hifsi juga meminta kepada semua Kepsek dan jajaran Guru agar jangan mudah percaya jika ada penelepon yang tiba-tiba memberikan sejumlah dana dan  memastikan kebenaran informasinya terlebih dahulu.

“Jangan percaya yang tiba-tiba menelepon akan memberikan sejumlah uang, jika ada penelepon gelap laporkan ke Disdikbud dan pihak berwajib,”. Tegasnya. (ekho/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.