WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sangat besar bagi perekonomian Indonesia dan keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan ekonomi secara nasional yang dapat berperan sebagai penggerak perekonomian. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutai Kartanegara (Kukar) Azmidi dalam seminar UMKM dengan tema “Meningkatkan Daya Saing UMKM Melalui Inovasi dan Kreativitas”, berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Bappeda, Tenggarong, Rabu (9/5/2018) lalu.

“Sektor ekonomi kerakyatan tidak dapat dianggap kecil, tetapi dapat dipandang sebagai suatu potensi yang besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Kutai Kartanegara,” katanya.

Menurut Azmidi, pelaku UMKM harus melakukan upaya daya saing antara lain, menjalin kerjasama kemitraan dengan usaha besar atau sesama UKM. Menciptakan keunggulan kompetitif (kualitas dan desing produk, standar produk, deversifikasi atau kegiatan usaha produk yang memiliki nilai tambah. Kemudian lakukan manajemen yang tepat dan manfaatkan Teknologi Tepat Guna (TTG) murah biaya, kreatif dan inovasi berkesinambungan.

“Kreativitas dan inovasi ini wajib bagi pelaku UKM, salah satunya dengan cara membuat diversifikasi produk agar dapat menjaga stabilitas pendapatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Azmidi mengatakan UMKM harus memiliki daya saing dengan keterlibatan perguruan tinggi melalui riset dan pengabdian secara berkelanjutan. Bagaimana membangun kreativitas dan inovasi untuk menciptakan keunggulan bersaing bagi UMKM. “Artinya, seorang pelaku usaha/wirausaha lazim memiliki bakat kemampuan dan rasa percaya diri, fokus pada sasaran, pekerja keras, berani mengambil resiko, berani memikul tanggung jawab dan kereativitas dan inovasi serta menjaga etika bisnis dan kejujuran,” kata Azmidi.

Tidak hanya itu, Azmidi juga memberikan pemahaman terkait regulasi dan etika bisnis. Seperti regulasi atau peraturan perundang-undangan yang dibuat bukan untuk mempersulit, tetapi untuk mengatur setiap kegiatan usaha yang memerlukan dokumen pendukung pelaku usaha.

“Dokumen kegiatan usaha merupakan kelengkapan yang sangat penting bagi pelaku usaha, bertujuan agar memberikan ketenangan dalam menjalankan usaha dan meningkatkan rasa percaya diri terhadap lingkungan usaha itu sendiri,” katanya.

Ditambahkan Azmidi, untuk usaha mikro kecil diperlukan perizinan, saat ini Kukar sudah memiliki Perbup No.58/2015 tentang Izin Usaha Mikro Kecil. “Jumlah UMK di Kukar mencapai 38.805 dan yang sudah memiliki IUMK sebanyak 3.493, baru 9 persen dari jumlah UMKM. Saya berharap semua UKM yang ada di wilayah Kukar segera mengurus izin usahanya,”. Demikian harap Azmidi. (irw/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.