Dinas Ketahanan Pangan Kutai Kartanegara Lakukan Pepticide Tes Kit deteksi bahan berbahaya pada sayur. (Foto: Istimewa)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan tes kelayakan sayuran hijau menggunakan alat Pepticide Tes kit yang berfungsi untuk mendeteksi zat berbahaya seperti pestisida pada sayur dan buah.

“Dengan keterbatasan pendanaan, tapi Alhamdulillah kita tetap melaksanakan tugas pokok dan fungsi sesuai kemampuan yang ada,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar Ir Hairil Anwar, HS, belum lama ini di Tenggarong.

“Salah satunya memberikan rasa nyaman bagi masyarakat mengkonsumsi sayuran hijau dengan melakukan uji kelayakan menggunakan alat Pepticide Tes kit mendeteksi peptisida pada sayur dan buah yang tentunya berbahaya bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Hairil, sayuran yang di uji tersebut merupakan yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari seperti tomat, sayuran hijau, kol dan lainnya yang langsung diambil simple dari perkebunan hortikurtula baik yang ada di Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan dan sekitarnya.

Menanam Tomat. (Foto: Istimewa)

“Dari hasil uji itu disimpulkan bahwa, ada yang dikategorikan aman, tapi ada juga diatas batas ambang tidak aman untuk dikonsumsi, salah satunya yang masuk ketegori berbahaya yakni pada tomat ditemukan kandungan peptisida,” katanya.

“Jadi tomat itu, setelah kita tes dengan alat Pepticide Tes kit ditemukan bahan berbahaya seperti peptisida. Artinya perlu kehati-hatian dalam memilih buah tomat,” ujarnya.

Diakui Hairil, pihaknya juga saat ini masih mengalami kesulitan dalam melakukan tes kelayakan sayuran secara permanen dan itu hanya bisa dilakukan dengan tes khusus di labolaterium. Uji kelayakan tersebut akan lebih memudahkan dalam pemantauan kandungan berbahaya pada sayur dan buahan yang dikonsumsi oleh masyarakat.

“Ya, pola makanan juga bisa dikaitkan pada ibu hamil dan menyusui, mulai dari kekurangan gizi, bayi lahir stunting atau kondisi bayi mengalami gagal pertumbuhan. Itu bisa saja terjadi karena sangat berpengaruh terhadap pola makan yang dikonsumsi,” katanya.

“Untuk itu dihimbau kepada semua masyarakat Kutai Kartanegara agar lebih cerdas dalam memilih buah dan sayur untuk dikonsumsi, guna menghindari kandungan bahaya pestisida. Pilahlah sayur dan buah, cuci terlebih dahulu jenis-jenis sayur yang akan dimasak menggunakan air mengalir secara berulang untuk menghilangkan bahan residu kimia yang menempel pada sayur maupun tomat,”. Jelas Hairil.

(adv/adv)

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.