Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar Ir Hairil Anwar HS. (Foto: Irwan)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya mewujudkan agar daerah tersebut menjadi wilayah percontohan ketahanan pangan.

Salah satunya melalui program peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat. Hal tersebut sesuai tugas dan fungsi ketahanan pangan yakni pengembangan ketersediaan dan penanganan rawan pangan, sistem distribusi dan stabilitas harga pangan, pengembangan penganeragaman konsumsi pangan.

“Tentunya, dengan diversifikasi ketahanan pangan tersebut akan menghasilkan output sebagai sarana untuk mencapai sasaran program seperti ketersediaan dan penanganan rawan pangan,” kata Kadis Ketahanan Panganan Hairil Anwar HS, Jumat (12/10/2018).

Menurut Hairil, kegiatan dimaksud untuk mengkoordinasikan ketersediaan pangan yang bersumber dari produksi lokal sekaligus pengurangan jumlah penduduk rawan pangan.

“Tujuannya sendiri untuk mendorong pengembangan sistem distribusi dan stabiitas harga pangan dalam rangka meningkatkan keterjangkauan pangan masyarakat, dan antisipasi kebutuhan pangan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, meningkatkan kualitas dan kuantitas konsumsi pangan dan memasyarakatkan pola konsumsi pangan beragam, berigizi seimbang dan aman serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal.

Salah satunya, menggiatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) menanam kebutuhan akan sayuran hijau secara mandiri. Mulai dari area pekarangan rumah, memelihara dan menanam, tidak hanya bisa menjadi konsumsi diri tapi juga dapat bernilai ekonomis.

“Semoga upaya dalam mengatasi ketahanan pangan di Kuakr terwujud, sekaligus menyadarkan masyarakat pentingnya menjaga keamanan pangan di Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Adapun visi ketahan pangan “Terwujudnya Ketahanan Pangan yang berlandaskan Kedaulatan dan Kemandirian Pangan”. Sedangkan Misinya, memantapkan ketersediaan dan penanganan kerawanan pangan; Meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap pangan; Mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat berbasis sumber daya, kelembagaan dan budaya lokal dan mewujudkan pangan segar yang aman dan bermutu.

(adv/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.