Inilah Bahaya Campak dan Rubella, Dinkes Kukar Targetkan 205 Ribu Vaksin MR

0
455

WARTAKALTIM.CO, Tenggarong – Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kesehatan menargetkan vaksinasi Campak/Measles dan Rubella (MR)  sebesar 205.698 orang anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun.

“Sebanyak 205.698 orang anak yang tersebar di Kutai Kartanegara akan dilakukan vaksinasi campak dan rubella. Angka tersebut terbesar kedua se-Kalimantan Timur setelah Samarinda dalam program imunisasi skala nasional,” Kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kukar dr. Eryariyatin saat mensosialisasikan kampanye Measles Rubella di Ruang Serbaguna Kantor Bapeeda, Tenggarong, Senin (16/7/2018).

Dijelaskan Eryariatin, pentingnya pemberian vaksin imunisasi campak dan rubella tersebut diperlukan kerja keras dan dukungan lintas sektoral seperti Dinas Pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag), Kominfo, PKK, tokoh-tokoh agama, organisasi profesi, media elektonik dan cetak terkhusus pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan mulai tingkat kabupaten sampai dibawahnya secara berjenjang.

“Ya, kita berharap minimal 95 persen tervaksinasi dengan baik dan kualitas pelayanan dapat tercapai sehingga Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi salah satu kebupaten yang berkontribusi dalam rangka eliminasi campak dan pengendalian rubella pada tahun 2020,” katanya.

“Di Provinsi Kaltim pada tahun 2016 berdasarkan Litbangkes dari 110 spesimen terdapat 41 kasus positif yaitu kasus campak 13 persen dan 27 kasus rubella 25 persen. Sedangkan pada tahun 2017 terdapat 336 kasus spesimen campak yang didapat dengan hasil positif campak 38 kasus,155 kasus rubella dan 42 equivocal atau tidak dapat dipastikan hasilnya,” ujarnya.

Sementara itu Syafrial, SKM., M.Kes dari Kementerian Keseharan RI mengatakan tujuan dari kampanye MR untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rubella secara cepat, memutuskan transmisi virus campak dan rubella, menurunkan angka kesaktian campak dan rubella dan menurunkan angka kejadian CRS (Congenital Rubella Syndrome) serta meningkatkan pentingnya imunisasi.

“Sebagai ilustrasi, bahwa apabila dalam suatu masyarakat banyak yang melum diimunisasi maka penyakit menular akan mudah menyebar di seluruh masyarakat, kemudian apabila dalam suatu masyarakat jumlah anak yang diimunisa sedikit, maka penyakit menular masih dapat menyebar melalui anak-anak yang tidak diimunisasi, dan apabila dalam suatu masyarakat sebagaian besar anak sudah mendapat imunisasi, maka penyebaran penyakit menular dapat dikendalikan karena ada kekebalan komunitas,” katanya.

Ditambahkan Syafrial, diperlukan strategu program imunisasi dimana semua bayi, baduta, anak sekolah diseluruh Indonesia harus diberikan perlindungan dengan imunisasi sesuai ketentuannya untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi sebagai hak azazi mereka dan kewajiban negara.

“Dikutif dari DR Soewarta Koesen, Badan Litbangkes (2015) bahwa kerugian makro ekonomi akibat campak dan rubella diperkirakan mencapai Rp1.09 triliun. Estimasi kerugian negara berupa kehilangan hari-hari potensial untuk bekerja/produktif dalam hitungan tahun (DAILY) akibat penyakit campak dan rubella adalah sebesar Rp 26.598.238. Kesimpulannya harus segera diberikan imunisasi MR,”. Jelas Syafrial.

Diketahui, campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. (irw/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.