BELULUH РSuasana beluluh Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H Adji Pangeran Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat. (Foto: HendroAldino) 

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menggelar prosesi adat beluluh yang dilakukan oleh Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H Adji Pangeran Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat tanda akan dimulainya Erau Adat Kutai dan 6th International Fork Art Festival (EIFAF) tahun 2018 di Kedaton Kutai Kartanegara, Rabu (18/7/2018).

Baca juga: Saksikan kirab Budaya Internasional, Inilah jadwal EIFAF 2018

Kegiatan diawali dengan membacakan doa bagi kesembuhan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H Salehuddin II yang sedang terbaring sakit oleh seluruh undangan yang hadir, di antaranya calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim terpilih H Isran Noor dan H Hadi Mulyadi, Sekda Kukar H Marli, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Kukar serta kerabat Kesultanan.

Pada upacara sakral Beluluh tersebut Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H Adji Pangeran Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat didudukkan diatas sebuah tempat yang terbuat dari bambu kuning yang terdiri dari 41 kaki balai untuk diberi tepong tawar oleh seorang pawang yang biasa disebut dengan nama Belian.

Baca juga: Ayo, Ikuti Lomba Foto Eksotika EIFAF 2018

Pada prosesi tersebut, seorang Belian membacakan mantera yang ditujukan kepada Putra Mahkota yang telah dinaungi dengan selembar kain kuning oleh empat orang pemuda yang disebut Kirab Tuhing, pada prosesi tersebut Putra Mahkota dipercikan air oleh Belian pada kedua telapak tangannya, bahu, kepala dan anggota badan lainnya.

Kegiatanpun dilanjutkan dengan menarik Ketikai Lepas (Sebuah janur kuning yang telah dianyam dan bila ditarik kedua ujungnya akan melepas anyaman tersebut) sebanyak tiga kali oleh Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H Adji Pangeran Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat dengan H Isran Noor, H Hadi Mulyadi dan Sekda Kukar H Marli secara bergantian.

Dikatakan Sartin Seksi Sakral Lembaga Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, upacara adat Beluluh tersebut memiliki makna pembersihan diri.

“Setelah upacara adat Beluluh ini maka Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H Adji Pangeran Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat dituhingkan atau dipantangkan untuk menginjakkan kakinya langsung ketanah, kecuali tanah tersebut telah diberi alas berupa kain kuning,” katanya.

Hadir pada kegiatan tersebut Assisten III Setkab Kukar H Suriansyah, Kadis Pariwisata Kukar Sri Wahyuni, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Hifsi G Fachrannas kerabat Kesultanan Kutai serta kepala OPD dilingkungan Pemkab Kukar lainnya. (hendro/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.