GENDANG BELEQ – Plt Bupati Kukar Edi Damansyah saat memukul gendang beleq kesenian khas Lombok NTB, turut lestarikan seni budaya di Kutai Kartanegara. (Foto: Irwan)

WARTAKALTIM.CO  Kirab Budaya mengawali Erau Adat Kutai dan Internasional Folk Arts Festival (EIFAF) akan digelar pada Sabtu (21/7), dimulai dari halaman sekretariat Gerbang Raja Timbau dan finish di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

“Kirab Budaya ini akan diikuti sanggar seni dan paguyuban yang ada di Kutai Kartanegara (Kukar), serta delegasi kesenian mancanegara yang berpartisipasi memeriahkan EIFAF tahun ini,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kukar Sri Wahyuni, Kamis (19/7/2018).

Baca juga: Ayo, Ikuti Lomba Foto Eksotika EIFAF 2018

Kemudian pada Minggu (22/7) pukul 10.30 wita akan dilaksanakan seremonial pembukaan EIFAF 2018, di Stadion Rondong Demang Tenggarong. Pada pembukaan EIFAF, ini akan dimeriahkan dengan parade peserta EIFAF, Tarian Keraton, dan tarian massal.

Sebelum seremoni pembukaan EIFAF, dihari yang sama pada pukul 09.00 wita akan dilaksanakan prosesi adat Mendirikan Ayu tanda dimualinya Erau oleh pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Keraton atau Museum Mulawarman, Tenggarong.

Sedangkan pembukaan Expo EIFAF 2018, akan dilaksanakan pukul 14.30 wita di kompleks olahraga Aji Imbut, Tenggarong Seberang.

MENARIK – Kirab budaya menampilkan sanggar seni dan paguyuban yang ada di Kukar, serta delegasi kesenian mancanegara, sayang untuk dilewatkan. (Foto: hayru)

Untuk diketahui, pada pelaksanaan EIFAF, pengunjung setiap hari dapat menyaksikan kegiatan sakral oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Keraton atau Museum Mulawarman, sebagai rangkaian acara inti pelaksanaan Erau.

Selain acara inti di Keraton, banyak kegiatan unik dan menarik lainnya, diantaranya yaitu Festival Seni Tradisi Kutai, Upacara Adat Pedalaman, olahraga tradisional, Green Tenggarong dan lomba foto. EIFAF juga diisi dengan kegiatan duduk makan bersama secara adat Kutai yang disebut Beseprah.

EIFAF juga dimeriahkan tampilan kesenian daerah yang tampil di empat venue atau lokasi selama pelaksanaan Erau, yaitu di panggung tepi Mahakam, Taman Ulin Tenggarong, serta di plaza utama Pulau Kumala pada kegiatan street performance.  Kesenian lokal itu akan tampil bergantian tiap hari dengan tim kesenian dari enam negara yang ikut memeriahkan EIFAF tahun ini.

“Even-even tersebut tentunya sangat menarik untuk disaksikan, banyak kegiatan unik yang hanya ada di Tenggarong khususnya kegiatan sakral oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura,” ujarnya.

Tahun ini Erau dimeriahkan dengan delegasi kesenian dari enam negara yang termasuk anggota CIOFF (International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts). Adapun enam negara tersebut yaitu Polandia, Turki, Hongaria, Meksiko, India, dan Rumania.

(hayru/wkc)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.