PERANG BERAS – Terlihat seluruh tamu dan undang yang memenuhi ruang depan Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura saling lempar beras pada puncak bepelas malam keenam.(Foto: Hendro)

WARTAKALTIM.CO – Ritual Bepelas pada malam ke enam berlangsung meriah, hal tersebut dikarenakan ratusan tamu dan undangan yang hadir pada kegiatan tersebut terlibat dalam perang beras, yang merupakan puncak ritual itu di Keraton Kutai Kartaneara Ing Martadipura atau Museum Mulawarman Tenggarong, Sabtu (28/7/2018).

Hadir pada Bepelas ke enam tersebut Plt Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah, Dandim 0906 Tenggarong Letkol Czi Bayu Kurniawan, Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, Sekda Kukar H Marli, beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Kukar serta tamu dan undangan.

Berbeda dari malam – malam sebelumnya, Bepelas malam ke enamselalu dinanti para kerabat Kesultanan, karena kemeriahan serta keceriaan nampak terlihat pada rangkaian bepelas malam terakhir tersebut, yang juga dihadiri beberapa delegasi mancanegara yang ikut memeriahkan Erau Adat Kutai dan International Forlk Arts Festival (EIFAF) 2018.

Pada acara Bepelas itu, suara ledakan terdengar sebanyak enam kali. Ledakan tersebut terjadi setiap kali Putera Mahkota H Aji Pangeran Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat menginjakkan kaki kanannya diatas gong Raden Galuh yang menjadi rangkaian prosesi adat Bepelas.

Acara pun dilanjutkan dengan prosesi Dewa Menjala, pada prosesi ini Putra Mahkota dan kerabat kesultanan serta tamu undangan yang hadir memberikan kepingan uang logam maupun lembaran uang kertas kedalam perahu kecil yang diseret mengelilingi Ayu (tombak pusaka milik Aji Batara Agung dewa Sakti raja pertama Kutai), oleh para Dewa (sebutan untung pawang wanita) dan Belian (sebutan untuk pawang pria).

Acara makin meriah saat berebut Buah Bawar oleh yang hadir, Buah Bawar ialah aneka jajanan yang dibungkus dalam plastik bersama dengan sebiji buah pisang dan sebutir telur yang digantung diatas para tamu dan undangan.

Puncak rangkaian Bepelas malam keenam tersebut adalah ketika para tamu undangan yang hadir saling melempar beras satu sama lain, kegiatan saling lempar beras tersebut dilakukan setelah para pria kerabat kesultan melakukan tari Kanjar mengelilingi Ayu atau disebut pula Seluang Mudik yang diikuti Sekda Kukar H Marli dan beberapa tamu serta delegasi EIFAF yang hadir.

Beberapa delegasi peserta EIFAF 2018 dari luar negeri yang hadir pun tidak luput dari lemparan beras tersebut. Namun tidak ada yang marah pada kegiatan saling melempar beras tersebut, yang ada hanya tawa ceria yang terlihat dari wajah mereka. (hendro/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.