WARTAKALTIM.CO, KUKAR – Tim Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) RI menetapkan Seni Pertunjukan sebagai unggulan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Hal tersebut disambut baik Plt Bupati Kukar Edi Damansyah dan mempersilahkan komunitas seni untuk memanfaatkan Gedung Putri Karang Melenu (PKM) sebagai tempat berekspresi pertunjukan seni.

“Saya menyambut baik atas penetapan seni pertunjukan unggulan ekraf Kukar secara nasional. Tentunya ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan saya ingin menyulap Gedung PKM sebagai tempat pertunjukan seni,” kata Edi disambut meriah komunitas seni, usai menghadiri penetapan seni pertunjukan oleh BEKRAF RI di Tenggarong, Kamis (2/8/2018) lalu.

Baca juga: Bekraf RI Tetapkan Seni Pertunjukan Unggulan Ekraf Kukar

Menurut Edi, Gedung PKM yang berada di Tenggarong Seberang dirancang 2 (dua) lantai, lantai bawah digunakan sebagai tempat pertemuan, dan lantai atasnya digunakan sebagai tempat pertunjukan seni.

“Ya, memang gedung PKM saat ini tidak terurus. Inilah yang akan kita sulap menjadi tempat sebuah pertunjukan seni yang modern, sehingga para komunitas seni yang ada di Kukar bisa memanfaatkannya untuk berkreasi demi memajukan ekonomi kreatif,” katanya.

Baca juga: PDRB Ekraf Kukar Meningkat hingga 5,75 Persen Pertahun

“Tim kabupaten akan mempersiapkan proposal yang nantinya diajukan kepada BEKRAF RI. Mudah-mudahan dapat dibantu rehabilitasi, menjadi gedung pertunjukan yang dilengkapi fasilitas penunjang lainnya,” ujar Edi.

Dia meminta Bappeda dan Dispar Kukar segera mengumpulkan komunitas seni untuk mendiskusikan, bentuk apa yang terbaik dalam menata ulang gedung PKM menjadi sebuah konsep pertunjukan yang menarik dan kekinian.

“Silahkan dirembukkan dan diskusikan dalam mendesain ulang gedung PKM, selain untuk pertemuan dapat juga digunakan sebagai tempat resepsi pernikahan serta pertunjukan seni. Ya, sangat disayangkan, kalau gedung semegah ini tidak dimanfaatkan dan tidak terawat malah akan menjadi rusak,” ujarnya.

Baca juga: Tyas: Pelaku Seni di Kukar Harus Daftarkan Hak Cipta dalam HAKI

Sementara itu, Deputi Infrastruktur BEKRAF RI Dr Hari Santosa Sungkari menyambut baik atas terobosan dan dukungan pemkab terhadap komunitas seni yang ada di Kukar.

“Saya tunggu proposalnya. Mudah-mudahan apa yang diharapkan pemkab Kukar terhadap perhatian seriusnya kepada komuitas ekonomi kreatif menjadi atensi BEKRAF RI untuk diperjuangkan ditingkat pusat,” kata Hari yang juga disambut meriah para komunitas seni yang hadir saat itu.

Sebelumnya, Tim Uji Petik dan Asesor PMK3I BEKRAF RI, melakukan uji petik terhadap tiga sub sektor Ekraf yang ada di Kukar yakni, Aktor Musik, Seni Pertunjukan dan Film Video, Animasi. Setelah melalui proses akhirnya secara nasional ditetapkanlah seni pertunjukan sebagai ekonomi kreatif kabupaten Kutai Kartanegara.

(irwan/wkc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.