Plt Bupati Kukar Edi Damansyah. (Foto: Irwan)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Kian sulitnya para calon tenaga kerja lokal untuk memasuki dunia kerja, bahkan mereka terganjal dengan berbagai persyaratan yang telah ditentukan pemberi kerja, membuat Plt Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) angkat bicara dan menegaskan bahwa dunia usaha yang ada di Kukar wajib memprioritaskan putra-putri daerah.

“Saya tegaskan semua dunia usaha yang ada di Kukar, wajib memprioritaskan putra-putri daerah dalam setiap lowongan kerja yang dibuka baik itu kelapa sawit, migas, tambang dan lainnya,” tegas Edi saat menyampaikan kuliah perdana mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unikarta, Rabu (5/9/2018) lalu.

Menurut Edi, Pemkab Kukar juga terus mendorong dunia usaha membuka lowongan kerja, salah satunya di perkebunan kelapa sawit. Hanya saja lowongan yang dibuka mensyaratkan memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun di bidang sawit.

“Inilah yang saya tidak setuju,  jika diberlakukan maka sama saja, menutup putra-putri daerah untuk bekerja dan lowongan itu hanya terbuka untuk orang luar,” katanya.

Edi menyarankan kepada semua dunia usaha yang ada di Kukar, agar menerima dulu tenaga kerja lokal. Setelah itu diberikan pelatihan terkait lowongan kerja yang diberikan.

“Saya selalu sampaikan kepada semua manajemen perusahaan, agar setiap ada lowongan kerja, diterima dulu dan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Setelah itu barulah diberikan pelatihan dan Alhamdulillah, ini sudah mulai direspon oleh dunia usaha,” katanya.

Dia juga mengakui jumlah pengangguran di Kukar saat ini meningkat, salah satu penyebabnya adalah terbatasnya lapangan pekerjaan. “Ya, dari sisi penyediaannya ada, tapi dari sisi minat dan kualifikasi pendidikan antara yang dibutuhkan oleh pemberi kerja dengan ketersediaan yang ada di Kukar tidak ditemukan,” katanya.

Sebelumnya, Edi menyebutkan struktur penduduk kabupaten Kukar tahun 2017, yakni jumlah penduduk 752.091 jiwa, terdiri dari laki-laki 394.876 jiwa, perempuan 357.215 jiwa. Angka kerja, terdiri dari penduduk bekerja 320.865 jiwa, sedangkan pengangguran terbuka 19.473 jiwa.

Dari data tersebut diketahui tingkat partisipasi angkatan kerja 62,95 %, tingkat pengangguran 5,72 %, bukan angka kerja atau sedang sekolah dan potensi menjadi pengangguran sebesar 56.535 jiwa.

Adapun pencari kerja terdaftar lanjut Edi, pendidikan tertinggi yang ditamatkan mulai dari tidak/belum tamat SD/tamat SD laki-laki 167 orang, perempuan 19 orang dengan total 186 orang. Tingkat SMP laki-laki 183 perempuan 48 total 231 orang.  Tingkat SMA laki-laki 2.550 orang, perempuan 927 orang total 3.477 orang.

Kemudian tingkat Diploma I/II/III/Akademi laki-laki 88 orang, perempuan 150 orang total 238 orang. Kemudian tingkat universitas atau S1 laki-laki 345 orang, perempuan 295 orang dengan total 640 orang.

(wk/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.