Latihan – Beginilah suasana latihan bersama Pencak Silat diprakarsai oleh IPSI Tenggarong. (Foto: Istimewa)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Pencak silat bukanlah hanya sekedar olahraga, tapi justru ekspresi dari budaya dan karakter pencak silat itu sendiri bagian dari proses pendidikan. Salah satunya dilakukan oleh IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) dengan menggelar latihan bersama 10 perguruan pencak silat se-Kecamatan Tenggarong, di Lapangan Basket Timbau Tenggarong, Minggu (16/9/2018) lalu.

Dikatakan Ketua IPSI Tenggarong Rosita Titik Lestari, latihan bersama tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi, menjaga harmonisasi sesama perguruan, kekompakan dan rasa persaudaraan di antara perguruan yang ada di Kutai Kartanegara.

Baca juga: Panen, Edi Minta Revolusi Jagung Terus Dikembangkan

“Melalui pencak silat kita bangun karakter generasi yang tangguh dengan olahraga pencak silat, kita lestarikan budaya leluhur sebagai jati diri bangsa, sekaligus menggugah kembali pencak silat yang ada di Kukar terus dilestarikan,” kata Rosita usai membuka latihan bersama.

Menurut Rosita yang juga Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SD Disdikbud Kukar menjelaskan, latihan bersama tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam membangun karakter peserta didik dan membentuk karakter yang jujur, disiplin, mandiri, tangguh, sehat dan cerdas.

“Melalui pencak silat ini kita bangun kebudayaan, memberikan ruang kepada peserta didik mengekspresikan kecintaannya terhadap pencak silat yang merupakan bagian dari proses pendidikan, kebudayaan, serta melestarikan tradisi leluhur baik di sekolah maupun di luar sekolah,” ujarnya.

Dicontohkan Rosita, pada latihan bersama gerakan-gerakan pencak silat yang di peragakan terlihat cekatan dalam melatih jurus-jurus gerakan memukul, menendang dan menghindar. Bahkan bertahan ketika menerima pukulan lawanpun terlihat jelas ketahanan fisik serta sikap mental berani dan percaya diri menerima tantangan.

“Ya, latihan ini juga mengajarkan jiwa sportivitas, mengakui kehebatan lawan serta menerima kekalahan. Ajang latihan ini juga sekaligus mengasah kemampuan bersosialisasi antar peserta, sehingga diharapkan peserta mampu berinteraksi, bergaul dengan semua peserta yang berbeda usia, dari anak-anak, muda, dewasa hingga tua,” jelasnya.

(wk/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.