Plt Bupati Kukar Edi Damansyah saat menyampaikan pidato dalam rangka HUT Kota Raja Tenggarong ke-236 di Rapat Paripurna DPRD Kukar. (Foto: Irwan)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Dihari jadi Kota Tenggarong ke-236 Tahun, Plt Bupati Kukar Edi Damansyah menyerukan kepada semua masyarakat dan stakholder agar terlibat dalam pembangunan maju, mandiri, sejahtera dan berkeadilan.

“Masih banyak kerja besar yang harus kita lakukan bersama. Untuk mencapai hasil yang lebih baik di hari esok tentu kita harus bergandengan tangan secara bersama-sama dan bekerja keras. “Berat sama dipikul ringan sama dijinjing”, Insya Allah kita akan dapat mensukseskan pembangunan di Kutai Kartanegara maju, mandiri,s ejahtera dan berkeadilan,” seru Edi dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kukar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Tenggarong ke-236, Jumat (28//9/2018).

Hanya dengan modal kebersamaan dan kerja keraslah kata Edi, kita akan dapat meraih cita-cita mewujudkan Kutai Kartanegara yang “Maju, Mandiri, Sejahtara dan Berkeadilan” melalui Program Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera (Gerbang Raja) II.

“Atas nama Pemkab Kukar mengucapkan Dirgahayu Kota Tenggarong yang ke 236. Semoga Allah SWT, senantiasa memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita sekalian dan bagi seluruh masyarakat Kutai Kartanegara. Aamiin Ya Robbal ‘alamin,” katanya.

Diceritakan Edi, dalam hari jadi Kota Tenggarong, perlu mengingat kembali berdirinya Kota Tenggarong yang tidak dapat dilepaskan dari sejarah. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada awalnya Kerajaan Kutai Kartanegara yang berpusat di Kutai Lama (Kecamatan Anggana), berdiri sejak tahun 1300 – 1732 oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti.

Pada tahun 1737 Kerajaan dipindahkan ke Pamarangan (sekarang desa Jembayan Kec. Loa Kulu), kemudian pada tahun 28 September 1782 oleh Aji Imbut gelar Sultan Aji Muhammad Muslihudin bersama rakyatnya pindah dari “Pamarangan”  ke “Tenggarong” hingga sekarang ini kita peringati dan kita rayakan sebagai hari jadi Kota Tenggarong

Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura merupakan Kesultanan bercorak Islam. Pada tahun 2001 Kesultanan Kutai Kartanegara dihidupkan kembali oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, ditandai dengan penabalan/penobatan pewaris tahta, yakni putera Mahkota Aji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat menjadi Sultan Kutai Kartanegara dengan gelar Sultan H. Aji Muhammad Salehuddin II pada tanggal 22 September 2011.

Sultan Kutai Kartanegara yang dinobatkan sebagai Sultan dan memerintah Kesultanan Kutai Kartanegara hingga Sultan meninggal dunia pada 5 Agustus 2018. Untuk melanjutkan tahta di Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura jauh-jauh hari Sultan Sultan Aji Muhammad Salehuddin II telah menetapkan Putra Mahkota dengan menunjuk Aji Pangeran Adipati Prabu Anum Surya, sehingga penjaga tradisi dan budaya di tanah Kutai akan terus berlanjut dan Insya Allah akan dilakukan Penabalan Putra Mahkota Aji Pangeran Adipati Prabu Anum Surya sebagai Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke XXI direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2018.

Penabalan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke XXI sebagai upaya pelestarian warisan sejarah dan budaya adat Kutai Kedaton untuk mendukung sektor pariwisata.

“Setiap tanggal 28 September kita memperingati Hari Jadi Kota Tenggarong. Peringatan ini adalah momentum yang sangat penting bagi kita untuk introspeksi dan evaluasi serta untuk melakukan perencanaan ke depan yang lebih baik, dan kita semua harus bersinergi di bawah visi yang sama melalui Gerbang Raja II,”. Ujarnya.

(wk/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.