WARTAKALTIM.CO, SAMARINDA – Rias pengantin menjadi warisan budaya dan sejarah, bahkan berbagai sumber menjadi referensi dalam mengolah tata rias yang digunakan bagi setiap pengantin saat pernikahan. Salah satunya dilakukan oleh DPD Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kalimantan Timur (Kaltim) dengan menggelar seminar sehari terkait tata rias pengantin, berlangsung di Hotel Midtown, Senin (15/10/2018).

Ketua DPD HARPI Melati Kaltim Hj Lilik Eka Hariati mengatakan, seminar ini bukan membahas soal uji komptensi rias pengantin. Namun lebih dalam membahas tata rias dan filosofi dari naskah kuno.

“Kita menghadirkan dua narasumber yakni Suhaib Daud Pakar Makeup dari Malaysia  dan H.Imam Suwarno Pakar Pengantin Kuno dari Surabaya, membedah tata pengantin dalam naskah Sumantaka serta Cupumanik Astagina,” katanya.

Menurut Lilk (panggilan akrapnya) menjelaskan, seminar ini merupakan program kerja HARPI Melati Kaltim yang sudah diprogramkan dan menjadi agenda tetap. Adapun tujuannya untuk memaknai arti filosofi  bagi para perias pengantin untuk selalu mewarisi dan  menggali budaya yang sudah diwariskan oleh nenek moyang.

“Bagi perias pengantin yang masih pemula hukumnya wajib tau dengan budaya yang diwariskan oleh leluhur, menjadi perias yang Profesional,” ujarnya.

Dicontohkan Lilik, ada sejumlah perias yang terlihat idealis karena tatarias, asesoris, atau pakaian yang dikenakan pengantin harus sesuai dengan tatabaku. Namun baginya itu baik, karena sebenarnya untuk rias pengantin sudah ada aturan dan standar yang ditetapkan.

Seminar yang diikuti 200 peserta itu diperagakan tatarias baku seperti tatarias pengantin Kutai, basahan tanpa peniti dan tali.

(ekho/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.