Beginilah aktivitas warga pedalaman hulu mahakam saat menjemur olahan ikan asin (Foto: Istimewa)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Potensi perikanan yang ada di wilayah hulu Mahakam Kutai Kartanegara (Kukar) sangat menjanjikan. Bahkan hasil produksinya yang diolah menjadi ikan asin telah dikirim ke berbagai daerah, tidak hanya di Kalimantan Timur (Kaltim) melainkan luar Kaltim seperti Jakarta, Pulau Jawa dan sekitarnya.

Salah satunya, penghasil ikan asin potensial di desa Jantur Kecamatan Muara Muntai. Turut mendapat perhatian dari salah satu pengusaha Ikan Asin asal Kecamatan Kota Bangun yakni H Azhar Nuryadi.

“Ya, hampir 90 persen warga Jantur berprofesi sebagai nelayan. Hasil tangkapannya diolah menjadi ikan asin dengan proses pengeringan dan dikemas kedalam kardus, siap dikirim ke wilayah Jakarta, pulau Jawa dan lainnya, sesuai permintaan pasar,” ujar Azhar usai mengunjungi salah satu sentra penghasil ikan asin di desa Jantur Muara Muntai.

Bahkan diakui Azhar, hampir 40 persen produksi ikan asin dihasilkan dari desa Jantur dan sangat potensial untuk dikembangkan dan diolah, sehingga bernilai ekonomis dan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat.

“Selaku pengusaha ikan asin, saya mendorong kepada semua nelayan yang ada di Kutai Kartanegara, khususnya di desa Jantur, terus tingkatkan hasil produksi, sehingga para nelayan bisa mendapatkan kehidupan yang layak dan sejahtera,” harapnya.

Dia juga mengingatkan agar para nelayan setempat tidak menggunakan alat tangkap seperti setrum ikan yang dapat merusak habitat ikan di kawasan hulu mahakam.

“Kita jaga bersama-sama kelestarian dan keberlangsungan habitat ikan yang ada di hulu mahakam dengan tidak menggunakan alat yang dilarang, tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ajak Azhar.

Diketahui, penangkapan ikan dengan alat yang tidak wajar seperti menyetrum dan meracun ikan dapat disanksi sesuai Peraturan Daerah (Perda) No 3/1999 Tentang Larangan Penggunaan Alat Tangkap Ikan.

Bab V Ketentuan Pidana Pasal 10 Barang siapa melanggar ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud pasal 5 ayat (1), pasal 6, pasal 7 ayat (1), pasal 8, pasal 9 terancam Pidana Kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp1.000.000,- (satu juta rupiah).

(dedy/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.