Kepala SPNF SKB Tenggarong Bukhori memperlihatkan hasil jahitan peserta PKW Tata Busana. (Foto: Ist)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Kelompok Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tata Busana Menjahit Level III baru memasuki tahap awal. Bahkan program tersebut sudah mulai dibanjiri oleh pesanan jahitan baju sekolah mulai dari lembaga TK/KB (Kelompok Bermain) dan kalangan Umum.

Kegiatan pelatihan berlangsung di Gedung SPNF SKB Tenggarong, Jl. Kaunang Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Rabu (31/10/2018) dan berakhir Desember 2018 mendatang.

Kepala Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tengagrong Bukhori mengatakan program kecakapan hidup tersebut bertujuan untuk mencetak wirausaha handal dan berdaya saing melalui berbagai keterampilan sebagai bekal berwirausaha.

“Alhamdulillah, program ini membawa dampak yang luar biasa dalam mencetak mencetak wirausaha di Kutai Kartanegara yang mampu bersaing dan siap menyambut dunia usaha terutama dibidang tata busana menjahit,” katanya.

Diakui Bukhori, program wirausaha menjahit level III terlaksana atas kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Dirjen Kursus dan Latihan berupa kursus tata busana menjahit dan mekanik sepeda motor secara gratis.

“Kelompok Busana Menjahit level III saat ini juga sudah mulai dibanjiri pesanan baju sekolah dari lembaga TK dan kalangan umum. Tentunya ini wirausaha ini sangat prospektif kedepannya dalam peningatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Adapun pelatihan PKW tata busana diikuti oleh 20 orang terdiri dari desa Bukit Raya 6 orang, Karang Tunggal 11 orang, Manunggal Jaya 2 orang, dan Tenggarong Kota 1 orang.

Pakai Kostum Unik, Meriahkan Kemah Akbar di SMA Negeri 1 Muara Muntai

Diharapkan dari kegiatan PKW dapat memberikan dampak positif bagi warga belajar agar terus semangat berusaha, sehingga menjadi pengusaha handal dan berdaya saing dimasa mendatang.

“Saya berharap melalui PKW ini akan mencetak pengusaha-pengusaha handal dan keterampilan lainnya. Mohon dukungan dari semua pihak terutama dunia usaha dapat bersinergi dalam memberikan pembinaan bagi warga belajar dibdiang lainnya, melalui prgram CSR (Corporate Social Responsibility),” harap Bukhori.

Sementara itu Widaryati selaku Instruktur Tata Busana Menjahit Level III mengatakan, peserta busana menjahit saat ini masih dalam proses awal pendidikan kursus.

“In sha Allah pendikan pelatihan ini berlangsung 45 kali pertemuan, sekarang pertemuan yang ke 12” kata Widayati.

“Kita bersyukur para peserta program kecakapan hidup (Life Skils Education) level III ini sudah mampu berkreasi dan berkarya dalam tata busana. Bahkan sudah ada pesanan jahitan baju sekolah tingkat TK dan umum,” katanya.

“Saya juga melihat progres capaian peserta PKW ini sudah luar biasa. Tentunya ini menjadi modal keterampilan berusaha, sehingga kedepannya apa yang diharapkan pemerintah dalam pengentasan kemiskinan akan tercapai dengan banyaknya wirausaha di Kukar,” pungkasny

(wan/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.