Peserta pramuka penggalang adu kreativitas di lomba pionering rangkaian kemah akbar SMA Negeri 1 Muara Muntai. (Foto: Dedy) 

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Ratusan anggota pramuka yang tergabung ditingkatan Penggalang (SMP) dan Penegak (SMA) mengikuti lomba Pionering (Teknik penggunaan tongkat dan tali), berlangsung di Lapangan Utama Bumi Perkemahan SMA Negeri 1 Muara Muntai, Kamis (1/11/2018).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh SMA Negeri 1 Muara Muntai tersebut merupakan salah satu bagian dari agenda perkemahan akbar Gudep Sri Muntai.

Dalam lomba pionering itu bertujuan memberikan informasi, mengasah keterampilan peserta dalam membuat sebuah model suatu objek sederhana yang nantinya dapat diaplikasikan dikehidupan pada saat dan sesudah kegiatan kepramukaan.

Lomba pionering sendiri terbagi menjadi dua regu yakni regu pramuka penggalang dan penegak. Kelompok penggalang diminta membuat sebuah kreasi berbentuk sebuah menara. Sedangkan kelompok pramuka penegak membuat kreasi transportasi dari tongkat dengan ikatan tali temali. Peserta pramuka penggalang maupun penegak diwajibkan menerapkan ilmu yang didapat selama mengikuti kegiatan pramuka.

“Lomba pionering ini lebih kepada teknik dalam penggunaan peralatan tongkat dan tali dirangkai menjadi sebuah model suatu objek sesuai yang ditentukan oleh panitia penyelenggara. Terutama dalam menggunakan tali temali dicampurkan dengan simpul dan ikatan yang menghubungkan antara  tali dengan benda lainnya,” kata Aji Hamdani selaku juri lomba pionering.

Adapun kreteria penilaian, kata Aji menjelaskan antara lain, kekompakan, kreativitas kebersamaan, keakuratan ikatan, kekuatan, kerapian yang dilakukan masing-masing regu pramuka baik penggalang maupun penegak.

“Disinilah pentingnya membangun sebuah komitmen dan kebersamaan dengan melatih kreativitas, memperhatikan segi waktu, kecepatan dan dikerjakan secara gotong royong,” katanya.

Sementara itu, Fatholi Ambarwati salah satu peserta penegak gugus depan SMA Negeri 2 Kota Bangun mengungkapkan kegembiraanya bisa mengikuti kemah akbar di SMA Negeri 1 Muara Muntai.

“Saya senang bisa mengikuti kemah akbar ini. Banyak pengetahuan yang didapat, salah satunya mengikuti kompetisi lomba pionering bertemakan transportasi udara dengan membuat helikopter. Ya, awalnya regu kami sempat mengalami kesulitan dengan keterbatasan tali menali, namun dapat diatasi dengan memanfaatkan tali sisa. Pokoknya banyak ilmu yang didapat terutama membangun kebersamaan, jiwa solidaritas dan lainnya,” kata Fatholi yang ditemui wartakaltim.co saat mengikuti lomba pionering.

(wan/dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.