Kepala BPSDMP Kominfo Banjarmasin Ricky H Paat dan Kadiskominfo Kukar H Bahteramsyah usai pertemuan terkait Peningkatan Daya Saing SDM TIK. (Ist)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Kepala Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin Ricky H Paat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Kukar).

Kunjungan Kepala BPSDMP Banjarmasin tersebut diterima oleh Kadiskominfo Kukar H Bahteramsyah, didampingi para pejabat Eselon III dan Eselon IV dilingkungan Diskominfo Kukar, berlangsung di Ruang Kadiskominfo Lantai III, Tenggarong, Jumat (2/11/2018).

Kepala BPSDMP Kominfo Banjarmasin Ricky H Paat kepada wartakaltim.co mengatakan tujuan dari pertemuan silaturahmi sekaligus menginformasikan kepada Pemkab Kukar melalui Diskominfo bahwa BPSDMP Kominfo Banjarmasin akan menyelenggarakan program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Program peningkatan daya saing SDM TIK ini untuk mendukung program Kementerian Komunikasi dan Informatika, sebagai penyelenggara negara yang telah melaksanakan kegiatan sertifikasi angkatan kerja,” katanya.

Menurut Ricky, program tersebut akan kita dilaksanakan di Kutai Kartanegara pada tahun 2019 mendatang. Tentunya, pemberian sertifikasi ini untuk memastikan angkatan kerja dalam negeri kompoten di bidangnya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja nasional dan memiliki daya saing dengan negara-negara lain yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Asia Tenggara (MEA),” ujarnya.

Baca juga: Siap-siap! KTP akan Terintegrasi NPWP

Lebih lanjut, Ricky menjelaskan ada 3 (tiga) jenis sertifikasi yang akan diberikan yakni sertifikasi akademik (Gelar sarjana, master, doktor dan lainnya). Profesi (sertifikasi yang diberikan berdasarkan keahlian tertentu untuk profesi tertentu). Kemudian sertifikasi nasional (bukti pengakuan atas kompetensi seseorang dari suatu bdiang kerja berdasarkan jenjang kebutuhan pasar).

“Jadi sertifikasi ini sangat penting kegunaannya, memudahkan bagi perusahaan atau institusi untuk menilai kemampuan (skill) seseorang, calon pegawai atau pegawainya. Membentuk tenaga praktisi yang berkualitas tinggi, standar kerja yang tinggi hingga pengembangan profesional yang berkesinambungan,” ujarnya.

Adapun persyaratan mengikuti SKKNI lanjut Ricky menjelaskan yakni Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bidang Informatika. Usia maksimal 25 tahun dan belum bekerja. Mendaftar untuk 1 (satu) program sertifikasi keahlian, memiliki pegetahuan tentang sertifikasi yang dipilih.

Kemudian nilai akhir rata-rata minimal 70 dari skala 100 (Baik). Diutamakan belum pernah mengikuti kegiatan serpa yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Skema sertifikasinya, Database Programming, Digital Imaging, Help Desk, Junior Networking, Programming, Technical Support dan Practical Office Advanced. Tahap awal kita targetkan 75-82 orang peserta lulusan SKM yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan presentase kelulusan 78 persen,” jelas Ricky.

(wan/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.