Lewati rintangan, para regu pramuka penggalang maupun penegak saat melewati kolam rintang di hutan rimba bumi perkemahan SMA Negeri 1 Muara Muntai. (Foto: Ist)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Ratusan peserta Gerakan Pramuka baik Penggalang (SMP) maupun Penegak (SMA) yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) maupun Gugus Depan Penyinggahan Kutai Barat (Kubar), mengikuti Lomba Kompas Gugus Depan Sri Muntai dengan menjelahi hutan rimba Bumi Perkemahan SMA Negeri 1 Muara Muntai, Sabtu (3/11/2018).

“Lomba Kompas ini merupakan salah satu kegiatan dari Kemah Akbar Gugus Depan Sri Muntai untuk melatih ketangkasan para peserta pramuka, terutama cermat dalam menangkap kode panah sebagai rujukan arah tertentu atau medan berdasarkan peta,” kata Khofifah Erga Salsabila selaku panitia penyelenggara kemah akbar.

Menurut Erga, kegiatan lomba kompas kepramukaan tersebut juga dalam rangka memperingati hari jadi SMA Negeri 1 Muara Muntai ke-32 dengan melibatakan para Penegak Bantara (Bantuan tenaga rakyat) dilingkungan Gugus Depan Sri Muntai.

“Luar biasa, ratusan peserta pramuka dari berbagai sekolah sangat antusias mengikuti lomba kompas, jelajahi alam bumi perkemahan. Bahkan masing-masing regu berhasil memecahkan kode dan arah panah sebagai petunjuk untuk menemukan suatu objek yang dituju searah mata angin,” ujarnya.

Baca juga: BPSDMP Kominfo Banjarmasin Tingkatkan Daya Saing SDM TIK di Kukar

Adapun tujuan lomba kompas dalam kepramukaan lanjut Erga, sebagai bagian dalam menguji teknik dan kreativitas para peserta dalam memecahkan permasalahan terkait lokasi suatu medan berdasarkan petuk dari peta.

“Ada dua dua jenis kompas kepramukaan yakni kompas analog dan digital. Analog ini bisanya dugunakan dalam kehidupan sehari-hari termasuk oleh para anggota pramuka, menyelaraskan jarus kompas yang terdapat di dalamnya, seperti kompas lensa, bidik (pembesar derajat), kompas orientering (Penghitungan dan pembacaan peta). Kemudian kompas digital sendiri adalah kompas yang bekerja secara digital, biasanya disertakan sebagai sistem navigasi dalam dunia robotika atau elektronik,” jelasnya.

Sementara itu, Adhwazaiza perwakilan regu pramuka penggalang MTs Al Mu’Minun Muara Muntai mengaku sudah mengikuti perkemahan akbar 3 (tiga) tahun berturut-turut. Setiap tahunnya ada perbedaan dan selalu ada peningkatan mulai dari peserta hingga berbagai macam lomba kreasi menarik lainnya.

“Saya senang dan berharap tahun depan kegiatan kemah akbar lebih meriah lagi, sebagai salah satu sarana mempererat silaturahmi sesama anggota pramuka baik penggalang maupun penegak,” ujarnya.

Ia juga mengakui lomba kompas yang diikutinya sangat berkesan dari memecahkan sandi kompas, petunjuk arah panah hingga pentingnya memupuk kebersamaan.

“Pokoknya cukup berkesan, kita diuji bagaimana cara kita melewati rintangan seperti genangan air, berjalan dikolam hingga alam rintang yang mesti kita lalui secara bersama-sama,” kesan Adhwazaiza usai mengikuti lomba kompas jelahi alam bumi perkemahan SMA Negeri 1 Muara Muntai.

(dedy/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.