Jenderal Mulyono didampingi Plt Bupati Kukar saat menyerahkan kaki palsu kepada masyarakat usai upacara penutupan TMMD ke-103 Muara Wis. (Foto: Irwan)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Berakhirnya Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI dengan membangun jembatan ulin sepanjang 1.100 meter. Jembatan tersebut menghubungkan antara desa Sebembam dengan desa Melintang, Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara (Kukar) resmi ditutup Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, Selasa (13/11/2018).

Jenderal Mulyono berpesan kepada semua pemangku kepentingan khususnya masyarakat agar program yang dihasilkan oleh TMMD ke-103 dapat dijaga dan dipelihara dengan baik.

“Dengan berakhirnya TMMD ini, saya berpesan kepada seluruh masyarakat agar hasil dari program TMMD ke-103 ini dipelihara dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan seluruh warga masyarakat,” pesan Jenderal Mulyono.

Tidak hanya itu, Jenderal Mulyono juga memberikan semangat kepada semua warga agar meningkatkan semangat bekerja dan membangun bersama sebagai realisasi semangat kegotong royongan warisan bangsa.

“Teruslah membangun dan kembangkan potensi dalam memajukan desa dan wilayah masing-masing. Pertahankan kebersamaan kemanunggalan TNI dan rakyat,” katanya.

Bahkan dalam TMMD ke-103, kata Jenderal Mulyono mengangkat tema “TNI Manunggal Rakyat Dalam Mewujudkan Desa Yang Maju Sejahtera dan Demokratis”.

“Tema ini sejalan dengan visi pemerintah pusat melalui kebijakan membangun Indonesia dari pinggiran serta memberikan kesempatan untuk membantu daerah-daerah yang belum tersentuh pembangunan secara merata. Ini juga momentum untuk menggelorakan kembali semngat gotong royong serta memantapkan, apa yang saya sebut sebagai imunitas bangsa,” ujarnya.

Disamping sasaran fisik dan non fisik lanjut Jenderal Mulyono menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD ke-103 juga membawa misi khusus yaitu untuk menyatukan perbedaan dalam masyarakat, guna mencegah potensi perpecahan dan berkembangnya intoleransi serta menumbuhkan kedekatan antara rakyat dengan prajurit TNI.

“Untuk itu sebagai penanggungawab dari program TMMD, semua prajurit yang tergabung dalam Satgas (Satuan Tugas) TMMD, saya wajibkan untuk tidur dan makan dirumah masyrakat dengan memanfaatkan uang lauk pauk prajurit yang diberikan oleh komando atas,” katanya.

TMMD ke-103 sebut Jenderal Mulyono telah mewujudkan sinergitas kebersamaan dengan terjalinnya kerjasama antar (8) delapan lembaga pemerintah setingkat kementerian yakni Kementerian Agama turut berkontribusi dengan pemberian kitab suci Al-quran. Kemudian Kemenerian Perindustrian memberikan semen dan material pembangunan jalan dan rehabilitasi rumah. Pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat melalui Kementerian Kesehatan.

Adapun penyuluhan bela negara oleh Kementerian Pertahanan RI.  Penyuluhan kesadaran hukum dan bahaya narkoba dari Kepolisian RI. Dukungan lingkungan hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan. Pemberian dana desa dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta mitra TNI lainnya.

Penutupan program TMMD ke-103 itu juga ditandai dengan pelepasan balon udara oleh Jenderal Mulyono. Dilanjutkan dengan atraksi 10 orang penerjun payung terbaik oleh anggota Kopassus. Ada yang membawa bendera merah putih, bendera lambang Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), bendera lambang Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kehadiran para penerjun payung tersebut mendapat sambutan meriah dari ribuan masyarakat tidak hanya dari Muara Mis setempat melainkan juga datang dari kecamatan lainnya yang ada di wilayah hulu mahakam. (wan/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.