WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BP2KB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Sosialisasi Pembentukan Kader Ketahanan Keluarga Berbasis Kelompok Kegiatan (Poktan) Tribina yakni Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL), Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD).

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Muara Muntai, (Rabu (14/11/2018).

“Melalui kader Tribina (BKB, BKR BKL) PPKBD akan menguatkan peran perempuan dalam keluarga, dan menjadi teladan yang bisa dicontoh anak dalam segala hal di rumah tangga. Artinya mampu menjadi pelindung utama bagi anggota keluarganya,” kata Hj Norhayati, Amd, Kep S.Sos BP2KB melalui Pengelolaan Adinistrasi Poktan Tribina.

Menurut Norhayati kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pembinaan ketahanan keluarga melalui kader Tribina, khususnya yang ada di Kecamatan Muara Muntai.

“Ya, peran Tribina ini juga diharapkan bisa memantau perkembangan kecerdasan anak di Muara Muntai, sehingga kedepannya dapat bersaing dengan kecamatan lainnya. Paling tidak bisa sekolah di luar Kaltim dengan prestasi dan nilai yang bagus,” ujarnya.

Selain itu, kata Nurhayati program kelompok Tribina juga dapat meningkatkan kesejahteraan lansia melalui kepedulian dan peran keluarga dalam mewujudkan masa usia lanjut yang produktif, mandiri dan bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan masyarakat.

Adapun Bina Keluarga Remaja (BKR) perlu disosialisasikan dalam upaya menghindari kenakalan remaja yang saat ini sangat luar biasa dan bisa menurun. Kemudian Bina Keluarga Lansia (BKL) dapat menambah harapan hidup lansia.

“Saat ini bina keluarga lansia kita disetiap kecamatan mampu menikmati harapan hidup. Rata-rata angka lansia kita diumur 65 Tahun sampai 67 Tahun. Adanya kader BKL ini juga diharapkan bisa memberikan ruang lebih lagi sehingga sampai 90 bahkan 100 Tahun,” katanya.

Harapan dan pemberdayaan hidup bagi lansia harus meningkat dengan terus memberikan semangat sehingga para lansia tidak mudah pikun dan menjadi beban keluarga melainkan bisa mendiri.

“Saat ini lansia kita banyak yang terlantar dan dititipkan di panti jompo oleh keluarganya, tentunya ini belum maksimal. Kalau semuanya dipelihara oleh anak, keluarganya dengan baik ada harapan semangatnya akan terus tumbuh dan tidak ada lagi di titipkan di panti jompo,” ujarnya.

Ditambahkan dia, pihaknya juga mendorong agar para lansia dapat mandiri salah satunya melalui pembinaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dibentuk Dinas Koperasi dan UMKM Kukar.

“Semuanya kita dorong, tidak hanya di Muara Muntai melainkan 18 kecamatan di Kukar. Semoga dengan program Tribina ini dapat berjalan baik dan sukses,” harapnya. (dedy/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.