Salah satu keindahan destinasi wisata yang berada di desa Pela Kecamatan Kota Bangun (Foto: Irwan)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI mewajibkan semua daerah untuk menyiapkan data Atraksi, Amenitas dan Aksebilitas (3A). Data tersebut akan dimasukkan ke dalam sistem aplikasi Kemenpar termasuk kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Kukar Sri Wahyuni usai mengikuti Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pariwisata Regional ke II untuk Wilayah Kalimantan, Jawa termasuk DKI Jakarta, baru-baru ini.

“Saat ini kita sedang menyiapkan data pendukung seperti atraksi (jumlah pengunjung wisata), amenitas (fasilitas wisata) dan aksebilatas (sarana dan infrastruktur) destinasi wisata daerah yang akan dimasukkan kedalam sistem aplikasi wisata Kemenpar RI, kata Sri, Senin (19/11/2018).

Dijelaskan Sri, penyediaan data 3A tersebut sebagai langkah untuk mempermudah pemantauan pengembangan obyek wisata di daerah baik menyangkut grafik daya tarik kunjungan wisata, jumlah infrastruktur wisata, fasilitas wisata dan lainnya.

“Ya, inilah salah satu inti dari Rakernis, setiap daerah termasuk Kukar diwajibkan mengisi data-data wisata ke dalam aplikasi digital Kemenpar RI untuk mempermudah pemantauan secara intern. Hanya daerah dan kemenpar yang bisa mengakses aplikasi digital-nya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pengisian data 3A juga berhubungan dengan bantuan yang bisa diberikan oleh pemerintah pusat ke daerah dalam pengembangan wisata, mulai dari segi infrastruktur, sarana dan prasarana wisata lainnya.

“Pendataan 3A ini tentunya kita sambut baik. Destinasi wisata yang ada di Kukar akan terpantau dan terpotret secara digital melaui aplikasi Kemenpar RI, sehingga dengan mudah dapat dipetakan dalam pengembangan wisata serta pemberian bantuan dari pemerintah pusat,” katanya.

Ditambakan Sri, mencontohkan obyek wisata Pulau Kumala, Tenggarong sangat potensial dan menjanjikan. Bahkan obyek tersebut rame dikunjungi wisatawan dan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi kerakyatan terutama sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Mudah-mudahan data 3A yang terintegrasi dengan sistem Kemenpar RI ini, dapat mempermudah pengembangan wisata di Kukar yang terpantau langsung secara online melalui aplikasi Kemenpan RI,” jelasnya.

(wan/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.