Beginilah suasana sosialisasi layanan Puskesmas Plus Pembantu desa Jantur Baru. (Foto: Dedy)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Kurangnya tenaga medis membuat pelayanan kesehatan menjadi kurang maksimal, terutama di wilayah pedalaman Hulu Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satunya di Puskesmas Plus Pembantu Desa Jantur Baru, Kecamatan Muara Muntai yang saat ini diperbantukan dari Puskesmas Induk-nya.

“Puskesmas ini baru selesai dibangun. Tentunya kami di Puskesmas Induk Muara Muntai siap memberikan dukungan secara bertahap, mulai dari sumber daya manusia-nya hingga tenaga kesehatan lainnya, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik,” kata Zam’an Artha selaku Kepala UPTD Puskesmas Muara Muntai dalam acara Sosialisasi Lintas Sektoral Tingkat Kecamatan UPTD Puskesmas Muara Muntai, Sabtu (24/11/2018).

Menurut Zam’an pembangunan puskesmas plus pembantu tersebut merupakan buah aspirasi dari 4 (empat) desa yakni, Jantur Selatan, Induk hingga desa Muara Aloh. Mereka sangat menginginkan adanya puskesmas pembantu dan saat ini sudah diwujudkan oleh pemerintah daerah melalui APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Tahun 2018.

“Layanan kesehatan pertama yang diberikan yakni pelayanan dalam gedung, kemudian luar gedung seperti permintaan ke rumah warga dan juga pelayanan rawat inap. Semuanya akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Adapun biaya operasionalnya sendiri kata Zam’an, puskesmas plus pembantu Jantur Baru sudah masuk dianggaran Puskesmas Muara Muntai tahun 2019.

“Ya, kita masih mengalami hambatan yakni kurangnya tenaga medis. Tapi secara bertahap puskesmas induk akan terus mendukung keberadaan puskesmas plus pembantu yang ada di Jantur baru, sehingga apa yang diharapkan masyarakat dalam pelayanan kesehatan tetap terlayani dengan baik sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP),” jelasnya.

Sementara itu Camat Muara Muntai M Dahlan menyambut baik atas berdirinya puskesmas plus pembantu di desa Jantur Baru yang sudah dilengkapi dengan ruang rawat inap 24 jam.

“Puskesmas plus pembantu ini sudah lama dinantikan warga Jantur Baru. Tidak hanya warga setempat, melainkan 4 desa lainnya ditambah desa Bakung Kutai Barat yang berbatasan langsung dengan desa Jantur bisa berobat dan terlayani di puskesmas plus pembantu,” ujarnya.

Dikatakan Dahlan, puskesmas ini juga akan memberikan layanan seperti peningkatan pelayanan kesehatan, pencegahan penyakit hingga pengobatan dalam pemulihan.

“Saya berharap, masyarakat dapat memahami jam layanan puskesmas plus sesuai SOP. Misalnya saja jam layanan pada hari Senin s/d Kamis pukul 7.30 s/d 14.00 wita, Jumat pukul 7.00 s/d 11.00 wita dan Sabtu pukul 7.00 s/d 13.00 wita,” katanya.

Kepada jajaran puskesmas Muara Muntai, Dahlan juga meminta agar segera melakukan penjadwalan tenaga medis, perawat hingga bidan yang akan ditempatkan di puskesmas plus pembantu Jantur Baru, sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan baik.

“Berikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya di puskesmas plus Jantur Baru ini. Jangan sampai terlambat, utamakan pelayanan kesehatan masyarakat,” pinta Dahlan.

Untuk diketahui, puskesmas induk Muara Muntai saat ini memiliki 2 (dua) orang Dokter Umum, 15 orang Perawat dan 19 orang Bidan. Sebagian dari tenaga medis tersebut nantinya akan ditugaskan di Puskesmas Plus Pembantu Desa Jantur Baru. Secara bertahap puskesmas tersebut akan melayani masyarakat selama 24 jam.

(dedy/wk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.