Gubernur  Kalimantan Timur Isran Noor bersama Plt Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah melakukan penanaman perdana  jangung di kelurahan Loa Ipuh Kota Kecamatan Tenggarong. (Foto: Lina)

WARTAKALTIM.CO, TENGGARONG – Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor bersama Plt Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah melakukan penanaman perdana jangung hibrid dalam rangka gerakan tanam jagung mendukung luas tambah tanam (LTT) di Kukar, pada Selasa (27/11) di Desa Loa Ipuh Kecamatan Tenggarong.

Acara dihadiri Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur Ibrahim, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar Sumarlan, perwakilan perusahaan, penyuluh pertanian dan para petani.

Dalam acara tersebut juga di berikan 1 buah traktor dan bibit jagung untuk para petani. Selain itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar Sumarlan yang telah memasuki masa purna tugas juga mendapat sebuah cendramata dari para petani berupa sebuah gambar dirinya di tengah-tengah persawahan.

Plt Bupati Kukar Edi Damansyah dalam sambutanya mengucapkan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak khususnya kepada Owner dan Manajemen PT. Tanito Harum yang telah memfasilitasi Kelompok Tani Saka Makmur dalam mengolah lahan yang dulunya merupakan hutan semak belukar. “Alhamdulillah saat ini lahan yang tadinya semak belukar sudah menjadi lahan siap tanam,“ ungkap Edi.

Ia juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Kelompok Tani Saka Makmur dan tentunya para PPL yang telah mendampingi dan bahu membahu  dalam pengembangan lahan untuk menjadi salah satu sentra pengembangan jagung di Kukar.  Edi berharap upaya ini akan mendorong percepatan pencapaian tujuan, sasaran dan target dari program prioritas Pemkab Kukar khususnya Program Revolusi Jagung.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kelompok Tani Saka Makmur merupakan bagian dari turunan program prioritas Pemkab Kukar yang sudah ditetapkan dalam RPJMD Kukar. Hal ini berkaitan dengan revolusi jagung.

Program Revolusi Jagung adalah salah satu program prioritas yang menjadi bagian strategi dalam trasformasi perekonomian Pemkab Kukar dari sumber daya yang tidak terbarukan (unrenewable resources) kepada sumber daya yang dapat terbarukan (renewable resources) khususnya sektor pertanian dalam arti luas dan pariwisata.

“Revolusi jagung merupakan suatu gerakan yang mengintegrasikan sumber daya yang berbasis pada komoditi jagung yang dapat menggerakkan peningkatan ekonomi kerakyatan. Tujuan akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi pengangguran, dan mengurangi tingkat kemiskinan,” terang Edi.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sudah melakukan penandatatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai pihak diantaranya dengan Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI), PT. Megah Utama Mentari (Grup PT. MKH) yang akan mengembangkan jagung dengan Pola Inti-Plasma di lahan HPL (+ 14.000 Ha), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kalimantan Timur, PT. Multi Harapan Utama (PT. MHU), PT. Mega Prima Persada (PT.MPP) dan yang terakhir dengan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).

“Saya optimis dan yakin bahwa dengan kebersamaan dan dukungan semua pihak Program Revolusi Jagung akan berhasil untuk meningkatkan lapangan pekerjaan, mengurangi tingkat kemiskinan dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai harapan dan VISI GERBANGRAJA yaitu  mewujudkan masyarakat yang Maju, Mandiri, Sejahtera dan Berkeadilan” harap Edi.

Sementara itu Gubernur  Kalimantan Timur Isran Noor berpesan kepada para petani dan penyuluh pertanian untuk mengikuti perkembangan teknologi  sehingga pertanian semakin maju. Petani diminta tidak rendah diri dan selalu mengusahakan lingkungan sekitar menjadi bermanfaat, setidaknya bagi keluarga sendiri.  “Saya ini penyuluh (pertanian), mulai kerja sampai insyaallah mati tetap sebagai penyuluh,” ujar  Isran Noor yang juga dipercaya menjabat Ketua Umum Perhiptani.

Sedangkan Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Ibrahim menyebutkan capaian produksi jagung pada tahun lalu sebesar 56 ribu ton. Di Kutai Kartanegara, produksi jagung tahun lalu hampir 13 ribu ton. Tahun ini diperkirakan semakin bertambah dan diharapkan Kaltim sudah bisa melakukan swasembada jagung.

(yuliati-medsi03/lina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.