BANTU – Manager External PT ABN Bambag Takarianto memberikan santunan awal kepada masing-masing KK untuk biaya hidup pasca longsor. (Foto: Ist)

WARTAKALTIM.CO, SANGASANGA – PT. Adimitra Baratama Nusantara (ABN) bertindak cepat dalam penanggulanganan dan penanganan termasuk mengevakuasi 6 (enam) kepala keluarga (KK) yang rumah dan tempat usahanya terbawa longsor di jalan poros Kawasan RT 09 Kelurahan Kampung Jawa Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) Kamis (29/11) sekitar pukul 13.00 Wita tadi.

“Kami turut merasakan apa yang dialami 6 KK yang rumah dan tempat usahanya terbawa longsor ke salah satu Pit (lokasi penambangan) ABN dan jalan Provinsi Muara Jawa menuju Samarinda terputus. Termasuk 12 KK yang tidak terkena dampak dilakukan relokasi ketempat yang lebih aman,” kata Manager External PT ABN Bambag Takarianto melalui Siaran Pers diterima wartakaltim.co, Jumat (30/11/2018) petang.

Baca juga: Tinjau Jalan Longsor, Edi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Bahkan pasca kejadian itu kata Bambang, ABN telah membuka posko penanggulanganan di sekitar lokasi longsor dan juga melakukan pertemuan dengan 18 KK yang terkena dampak longsor dengan menyediakan rumah sewa untuk tempat tinggal sementara.

“Sebagian warga telah menempati rumah sewa yang disediakan oleh ABN dan sebagian lainnya, memilih tinggal di rumah kerabatnya di sekitar lokasi. ABN juga telah memberikan santunan awal kepada masing-masing KK untuk biaya hidup,” katanya.

“ABN juga memastikan akan bertanggung jawab terhadap kerugian yang diderita warga yang rumah atau tempat usahanya terbawa longsor,” ujarya.

Selain itu lanjut Bambang, pihaknya juga telah bekerjasama dengan instansi terkait seperti pihak PLN, PDAM dan Telkom untuk segera memulihkan fasilitas umum yang terputus akibat longsor.

“Kita sudah melakukan langkah cepat dalam penanganan pasca longsor ini, termasuk dalam memperbaiki fasilitas umum seperti penerangan listrik, PDAM hingga Telkom segera beroprasi dan normal kembali,” katanya.

Baca juga: Jalan Sangasanga-Muara Jawa Putus, 5 Rumah Ikut Amblas

Diakui Bambang, bahwa saat ini juga Inspektur Tambang dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltim bersama tim lainnya telah bekerja untuk melakukan investigasi penyebab terjanya longsor di salah satu pit ABN.

“Ditargetkan hasil investigasi akan selesai pada Minggu (2/12). ABN juga telah melakukan upaya penimbunan longsor untuk mengembalikan kontur tanah atau titik ketinggian yang sama ke kondisi awal dengan berkoordinasi Dinas Pekerjaan Umum (PU). Jalan tersebut diperkirakan dapat digunakan kembali dalam waktu 1 s/d 2 minggu kedepan,” katanya.

Ditambahkan Bambang, dalam melaksanakan kegiatan penambangan, ABN senantiasa menerapkan tata kelola penambangan yang baik (good mining practices) dan telah memiliki izin lingkungan sejak tahun 2014 s/d 2018. Bahkan ABN juga telah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Propinsi Kaltim terkait kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melebihi yang dipersyaratkan.

“Atas nama ABN sangat prihatin dengan kejadian longsor ini dan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada warga yang terkena dampak dan juga pengguna jalan yang terganggu akibat putusnya jalan Provinsi dari Muara Jawa (Handil) menuju Samarinda.

(ekho/wk)

1 COMMENT

  1. Ah itu alibi perusahaan dan dinas yang terkait untuk menutupi kebusukan dan kebobrokan mereka.. Mereka semua yang bertanggung jawab.. Karna 4 bulan yang lalu kami masarakat sudah menyurati semua dinas dan perusahaan untuk menghentikan kegiatan mereka… Sueat tgl 24agustus 2018…arsip sama kami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.